Kompetensi Utama

Layanan


Berkas Karhutla 2 Perusahaan Sawit Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Penulis : Radesman Saragih • Media : beritasatu.com • 23 Oct 2019 • Dibaca : 611 x ,

Jambi, Beritasatu.com - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melibatkan dua perusahaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan. Berdasarkan hasil penyidikan pihak kepolisian, kedua perusahaan tersebut terbukti lalai mencegah dan menanggulangi kebakaran lahan di areal mereka.

Kedua perusahaan kelapa sawit yang kini berstatus tersangka karhutla tersebut, PT Desa Sawit Sari Persada (DSSP) di Desa Jati Mulyo, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) dan PT Mega Anugrah Sawit (MAS) di Desa Sipin Telukduren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi.

“Kami kini sedang melakukan pemeriksaan terhadap direktur kedua perusahaan menyusul penetapan status tersangka terhadap kedua perusahaan sawit tersebut. Kemudian kami juga mengumpulkan bukti layout citra satelit mengenai karhutla di areal kedua perusahaan kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Setelah itu kasus dua korporasi yang terlibat karhutla tersebut segera kami limpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jambi,”kata Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jambi Kombes Pol Thein Tabero di Jambi, Selasa (22/10).

Menurut dia, berdasarkan hasil penyidikan beberapa pekan terakhir, PT DSSP terbukti lalai mencegah kebakaran di lahan mereka. Akibatnya sekitar 45 hektare (ha) lahan perkebunan perusahaan sawit tersebut terbakar pada 8 September 2019. Kebakaran lahan PT DSSP tersebut menyebarkan asap ke berbagai daerah di Jambi. “Bukti-bukti kelalaian perusahaan PT DSSP yang kami temukan, perusahaan tersebut tidak memiliki sarana dan prasarana pengendalian karhutla. Karena itu PT DSSP ditetapkan menjadi tersangka karhutla,”ujarnya.

Sementara itu, lanjut Thein Tabero, PT MAS dinyatakan terbukti terlibat karhutla juga karena tidak memiliki sarana dan prasarana pencegahan dan penanggulangan karhutla. Kelalaian tersebut membuat sekitar 972 ha areal kebun sawit di lahan gambut PT MAS terbakar sejak 28 Juli 2019. Kebakaran lahan gambut di areal PT MAS pun menyebabkan terjadinya bencana asap di Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi dan beberapa kabupaten lain.

“Berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi yang kami peroleh selama proses penyidikan, PT MAS terbukti lalai mengendalikan kebakaran di areal kebun sawit mereka. Karena itu perusahaan tersebut dan direkturnya kami tetapkan sebagai tersangka. Kasus karhutla PT MAS tersebut juga siap dilimpahkan ke pihak kejaksaan,”ujarnya.

Selain PT MAS dan PT DSSP, Polda Jambi juga segera melimpahkan satu kasus karhutla yang melibatkan perorangan ke kejaksaan. Kasus karhutla perorangan tersebut meliatkan Sabudi Trami Slamet Als Sandek (50), warga Dusun, Suakkandis, Desa Ramin, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi.

“Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka Sabudi Trami Slamet terbukti membakar lahan di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh. Pembakaran lahan tersebut menyebabkan kebakaran yang cukup luas di areal gambut di Kecamatan Kumpeh, September 2019,” katanya.

Menurut Thein Tabero, kedua perusahaan atau korporasi dan satu perorangan yang menjadi tersangka kasus karhutla tersebut dijerat dengan Pasal 98 atau Pasal 99 jo Pasal 116 (1) huruf A dan B UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pasal 105 Jo 113 (1) UU No 39/2014 tentang Perkebunan dengan ancaman pidana penjara antara 3–10 tahun dan denda antara Rp 3 miliar–Rp 10 miliar.

LINK:
https://www.beritasatu.com/nasional/581434/berkas-karhutla-2-perusahaan-sawit-segera-dilimpahkan-ke-kejaksaan








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL