Kompetensi Utama

Layanan


Indonesia Ekspor Pesawat Militer ke Nepal
Penulis : Redaksi • Media : dream.co.id • 01 Nov 2019 • Dibaca : 249 x ,

Dream – Indonesia mengekspor pesawat terbang CN235-220 ke Nepal. Pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia itu bakal digunakan oleh Angkatan Darat Negeri Seribu Kuil tersebut.

Menurut Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro, pesawat seharga US$30,5 juta, sekitar Rp426,14 miliar, yang dipakai sebagai alat angkut multiguna itu bakal mendarat di Kathmandu pada 2 November mendatang.

“ Penggunaan pesawat produksi Indonesia oleh AD Nepal ini semakin mengukuhkan kepercayaan dunia atas karya anak bangsa,” kata Elfien, dikutip daro laman resmi Kementerian Luar Negeri, Rabu 30 Oktober 2019.

Indonesia mengekspor pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia (Persero)/PTDI ke Nepal. Pesawat yang dikirim ke sana adalah pesawat CN235-220.

Dia menyebut Nepal menjadi negara ke-23 di dunia dan ke dua di Asia Selatan yang menggunakan pesawat CN235.

Kepercayaan Nepal atas pesawat buatan PTDI semakin kuat setelah tim AD Nepal berkunjung ke Bandung untuk memeriksa langsung CN-235 tersebut pada September lalu. Nepal juga bermaksud memesan pesawat ke dua dari PTDI.

Selain Nepal, PTDI tengah memproduksi sejumlah pesawat untuk beberapa negara termasuk Senegal dan Thailand.

Gunakan Sistem Pembiayaan Ini
Pembelian pesawat ini mempergunakan sistem pembiayaan melalui program dari LPEI, yaitu National Interest Account yang merupakan kebijakan pemerintah Indonesia untuk memperkuat ekspor.

Penjualan CN-235 ini merupakan bagian dari usaha bersama peningkatan promosi industri strategis nasional untuk bersaing di pasar internasional sesuai arahan Presiden RI.

Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI terus mendorong promosi dan mengawal proses negosiasi kontrak sejumlah BUMN unggulan agar diplomasi ekonomi memberikan manfaat langsung bagi negara.

Selain PTDI, sejumlah BUMN lain juga tengah melakukan sejumlah pembahasan proyek dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika, di antaranya PT Waskita Karya, PT INKA, PT Pindad, PT LEN, Perum Peruri, PT Pelindo II dan PT GMF Aero Asia.

Kado Ultah RI, Pesawat Baru Buatan Indonesia N219 Mengudara
Dream – Pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero), N219, akhirnya mengudara untuk pertama kalinya. Dirgantara Indonesia menyebut penerbangan perdana ini merupakan tes penerbangan pesawat buatan anak bangsa.

Penerbangan perdana pesawat purwarupa ini disebut-sebut sebagai kado ulang tahun Indonesia yang ke-72 tahun.

“ Ini kado ulang tahun untuk Indonesia yang akan memperingati hari jadinya pada 17 Agustus besok,” kata Direktur Utama Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, di Bandung, Jawa Barat, dilansir dari Merdeka.com, Rabu 16 Agustus 2017.

Pesawat Dibuat Anak Bangsa
Budi mengatakan semua bagian pesawat ini dibuat oleh anak bangsa. Pesawat ini memiliki kapasitas 19 orang penumpang.

Sekadar informasi, pesawat jenis fixed wing ini diterbangkan oleh Capt. Esther Gayatri Saleh, pada 09.13 WIB dari landasan pacu Bandara Husain Sastranegara, lalu mendarat kembali pada 09.40 WIB.

Penerbangan pesawat ini disaksikan oleh Kepala LAPAN, Thomas Djamaludin, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, serta pejabat Dirgantara Indonesia. Ketika menerbangkan pesawat ini, Capt. Esther ditemani oleh Capt. Budi Atmoko.(Sah)

Ini Spesifikasi & Keunggulan Pesawat Baru Karya Indonesia N219
Dream - Pesawat N219 buatan Pt Dirgantara Indonesia (DI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) resmi diuji terbang di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Rabu, 16 Agustus 2017. Pesawat yang teregistrasi dengan kode PK-XDT itu terbang mulus selama 30 menit.

Rute yang ditempuh yakni kawasan Batujajar dan Waduk Saguling Kabupaten Bandung Barat.

Pesawat itu nantinya digunakan sebagai pesawat komersil dengan baling-baling (turboprop) bermesin ganda. Dilaporkan Aviatren, Direktur Utama PTDI Budi Santoso menyebut pesawat N219 murni dirancang dan dirakit oleh anak bangsa.

Laporan Merdeka.com menyebut, Chief Pilot PT DI Kapten Esther Gayatri Saleh dipercaya untuk menerbangkan pesawat berkapasitas 19 orang tersebut. Esther didampingi juga Kapten Adi Budi Atmoko sebagai first officer.

Selain itu, beberapa pilot in command dan first officer seperti Yustinus K selaku Flight Test Engineer (FTE) turut dalam penerbangan tersebut. Ini untuk memastikan tahapan pengujian terbang dan menjamin unsur keselamatannya.

Spesifikasi dan Keunggulan N219
Pesawat ini digadang-gadang sebagai produk bakal laku di pasaran. Ini mengingat banyak pesawat sekelas telah berusia sekitar 25 hingga 30 tahun dan dipensiunkan.

Seperti dalam rilis PT Dirgantara Indonesia, N219 menggunakan dua mesin PT6-420 dengan tenaga penggerak propeler. Daya jelajah pesawat ini mencapai 1580 NM dengan kecepatan maksimum 213 knot.

Dibandingkan pesawat kompetitor, N219 memiliki sejumlah keunggulan. Beberapa di antaranya seperti harga lebih murah dan biaya operasional serta pemeliharaan lebih hemat.

Mampu mendarat di landasan pendek (short take of landing) dan mudah dioperasikan di daerah terpencil. Pesawat ini juga bisa self starting tanpa bantuan ground support unit.

Di samping itu, N219 menggunakan teknologi aerodinamik yang lebih modern dan memiliki kabin terluas di kelasnya. Pesawat ini juga menggunakan teknologi Multihop Capability Fuel Tank, memungkinkan pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.

Untuk kecepatan, N219 diklaim lebih baik dari kompetitor mencapai 210 knot. Memiliki stall speed 59 knot, memungkinan pesawat bermanuver pada kecepatan rendah ketika melintasi medan berbukit.

Tidak hanya itu, N219 mampu membawa 12 penumpang saat terbang di ketinggian 5.000-6.000 feet. Kapasitas ini tidak dimiliki pesawat lain yang sekelas.

Lebih dari itu, N219 dilengkapi terrain alerting and warning system. Dengan alat ini, pergerakan pesawat dapat terpantau dari ATC.

Berikut adalah spesifikasi teknis pesawat N219 seperti dikutip dari laman ptdi:

Kru: 2
Kapasitas: 19 passengers
Panjang: 16,49 meter
Bentang Sayap (Wingspan): 19,5 meter
Tinggi: 6,18 meter
Bobot kosong: 4.309 kg
Bobot Maksimaal Saat Terbang: 7.030 kg
Sumber tenaga: 2 × Pratt & Whitney Canada PT6A-42 turboprop engines, 850 shp (630 kW) each
Propellers: 4-bladed Hartzell Propeller


Sumber : https://www.dream.co.id/dinar/keren-pesawat-cn235-buatan-indonesia-tembus-nepal-1910311.html








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL