Kompetensi Utama

Layanan


Pemerintah akan rilis data terbaru lahan baku sawah 1 Desember
Penulis : Mentari Dwi Gayati • Media : antaranews.com • 31 Oct 2019 • Dibaca : 489 x ,

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah akan merilis data terbaru lahan baku sawah pada 1 Desember
2019 setelah dilakukan verifikasi lapangan terhadap data lahan yang telah diterbitkan sebelumnya
pada 2018 seluas 7,1 juta hektare.

Kesepakatan ini menyusul setelah kedatangan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo
menyambangi kantor Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional
Sofyan Djalil di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, luas lahan baku sawah Indonesia tercatat seluas 7,1 juta hektare yang diterbitkan
melalui Ketetapan Menteri ATR/Kepala BPN-RI No 339/2018 tanggal 8 Oktober 2018.
Luas lahan baku sawah ini pun sudah disepakati dan disahkan oleh sejumlah lembaga, antara lain
Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik, Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian
ATR/BPN.

Namun demikian, Kementerian ATR/BPN masih melakukan validasi data dan verifikasi di
lapangan. Hingga 31 Oktober 2019, validasi sudah dilakukan pada 20 provinsi yang menjadi
daerah penghasil beras terbesar nasional.

Provinsi tersebut meliputi Jawa, Bali, Sumatera, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan,
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Sementara itu, 14 provinsi lainnya masih dilakukan
verifikasi.

Sofyan menegaskan akan ada revisi atau penambahan jumlah luas lahan baku sawah, menyusul
verifikasi dan validasi menggunakan bantuan citra satelit dari BIG, Lembaga Penerbangan dan
Antariksa (LAPAN) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

"Bagaimana pun menggunakan data citra satelit itu, ada deviasi. Maka itu, kita cek ke lapangan
bersama, sekarang hasilnya sudah ada kesepakatan, tinggal ditetapkan, dirapatin bersama, tidak
ada 'dispute' lagi," kata Sofyan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan daerahdaerah yang sudah terverifikasi atau berwarna hijau, tidak akan dipermasalahkan.
"Ada data kuning yang membutuhkan klarifikasi. Dengan citra satelit bisa dilakukan, tetapi data
merah yang masih membutuhkan (verifikasi), memang kita turun di lapangan," kata Syahrul.
"Karena masih hitung-hitungan akhir, mudah-mudahan tanggal 1 Desember bisa kita keluarkan
data koreksi dari data yang sudah diterbitkan sebelumnya," kata Menteri ATR Sofyan Djalil di
Kantor Kementerian ATR/BPN Jakarta, Kamis.

LINK:
https://www.antaranews.com/berita/1139915/pemerintah-akan-rilis-data-terbaru-lahan-baku-sawah-1-desember









Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL