Kompetensi Utama

Layanan


Hujan Belum Merata, Asap Masih Selimuti Kota Palembang
Penulis : Berly Zulkanedy • Media : sindonews • 04 Nov 2019 • Dibaca : 176 x ,

PALEMBANG - Setelah beberapa hari udara Kota Palembang cukup lumayan, hari ini asap kembali selimuti Kota Palembang.

Berdasarkan data bersumber dari LAPAN, hal ini terjadi karena tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara kota Palembang.

Berdasarkan pantauan, asap terlihat jelas menyelimuti Kota Palembang, pagi ini (Senin, 4/11). Pada pagi hari sekali, udara Palembang cukup bersih.

Namun ketika memasuki pukul 07.00 WIB selanjutnya menuju siang, asap semakin terlihat jelas. Warga berharap hujan dengan intensitas cukup tinggi turun terutama di wilayah diduga sumber asap.

Asap ini berasal dari, Pemulutan, Cengal, Banyuasin I dan Pematang Panggang umumnya meningkat pada pagi hari (04.00-08.00 WIB) dikarenakan labilitas udara yang stabil (tidak ada massa udara naik) pada waktu-waktu tersebut.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG SMB II Stasiun Meterologi Bambang Beny Setiaji mengatakan, kondisi intensitas Asap tetap berpotensi terjadi di Sumsel dikarenakan wilayah-wilayah yang memiliki jumlah titik panas yang signifikan belum terpapar hujan yang cukup mengingat luas dan dalamnya lahan gambut yang terbakar.

"Info dari AIRNAV, jarak Pandang Terendah pda pagi hari tanggal 04 November 2019 berkisar hanya 1500-3500 m dari jam 07.00-08.00 WIB dengan Kelembapan pada saat itu 85-76% dengan keadaan cuaca Asap (Smoke) yang tidak berdampak pada penerbangan di Bandara SMB II Palembang," ungkap Beny, Senin (4/11/2019).

Beny melanjutkan, secara regional, seiring adanya pusat tekanan rendah dan Badai Tropis Hatlong di Laut Cina Selatan mengakibatkan menguatnya massa udara dingin Muson Australia sehingga menyebabkan lapisan udara atas kembali kering dan berangin kencang yang akan menghambat pertumbuhan awan hujan.

Di wilayah Sumsel, kembali minim hujan dan berpotensi peningkatan asap pada 6-8 November 2019. "Namun kondisi ini bersifat sementara (fluktuaktif) karena secara meteorologi kondisi posisi matahari dan angin masih di musim peralihan," katanya.

Menurutnya hujan sistem konvektif berskala Meso (Mesoscale Convective System/MCS) dengan indikasi Awan Hujan Cumulonimbus yang memanjang lebih kurang 200 km diyakini dapat memadamkan titik-titik panas karhutbunla dikarenakan hujan yang diakibatkan berlangsung lama dan biasanya terjadi pada malam hingga pagi hari.

LINK:
https://sumsel.sindonews.com/read/1915/1/hujan-belum-merata-asap-masih-selimuti-kota-palembang-1572851469








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL