Kompetensi Utama

Layanan


Kunjungi LAPAN, Meristek/BRIN Harap LAPAN Menyegerakan Pembangunan Bandar Antariksa
Penulis Berita : Humas/RBA • Fotografer : Humas/UNG • 06 Nov 2019 • Dibaca : 1114 x ,

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin memberikan paparan mengenai litbangyasa LAPAN di hadapan Meristek/BRIN.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/BRIN), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengunjungi kantor LAPAN Pusat, Jakarta (5/11). Beliau didampingi Direktur Jendral (Dirjen) Penguatan Riset dan Pengembangan, Dr. Muhammad Dimyati dan Dirjen Penguatan Inovasi, Dr. Jumain Appe. Tujuan kunjungan ini antara lain untuk mengetahui lebih jauh tentang penelitian, pengembangan, dan perekayasaan yang dikerjakan oleh LAPAN.


Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menyambut baik kunjungan ini dengan mempresentasikan Profil LAPAN. Kepala LAPAN didampingi Sekretaris Utama dan jajaran Pejabat Eselonnya memaparkan hasil yang telah dicapai dan rencana ke depan LAPAN untuk penguasaan teknologi penerbangan dan antariksa seperti pembuatan satelit (roadmap satelit LAPAN), pembuatan roket (roadmap roket LAPAN), pembuatan pesawat transport nasional, pemanfaatan data penginderaan jauh, pembangunan Obseratorium Nasional, dan litbangyasa lainnya. Hal ini dapat tercapai dengan menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan stakeholder. "Dalam RPJMN 2020-2024 LAPAN memiliki slogan LAPAN unggul Indonesia maju, LAPAN melayani Indonesia mandiri, berinovasi, berkolaborasi." kata Kepala LAPAN dalam pemaparannya.


Menristek/Kepala BRIN mengapresiasi dan sangat mendukung upaya LAPAN untuk lebih mumpuni dalam bidang keantariksaan, khususnya teknologi satelit dengan fungsi yang lebih memenuhi kebutuhan masyarakat secara langsung. Seperti mitigasi bencana, perubahan iklim, tata ruang, dan ketahanan pangan. Sektor ini juga memiliki potensi besar untuk bekerja sama dengan sektor swasta karena kebutuhan bagi sektor swasta akan satelit cukup tinggi. Dengan lokasi negara Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, Indonesia mempunyai nilai lebih sebagai tempat ideal untuk bandar antariksa. Untuk itulah, Menristek/Kepala BRIN mendorong percepatan kerja sama dengan investor dan negara lain yang telah berpengalaman dalam pembangunan bandar antariksa.


Sebagai negara kepulauan, Indonesia harus menguasai teknologi penerbangan. Menristek/Kepala BRIN mengatakan, didalam Perpres mengenai proyek strategis nasional selain pesawat N219 juga terdapat proyek pesawat R80. Saat ini pasar pesawat kelas 50-100 penumpang sangat terbuka lebar karena pilihan produknya hanya sedikit. Pesawat N219 dan R80 akan saling mengisi kebutuhan transportasi udara jarak pendek dan menengah. "Dengan kemampuan penguasaan teknologi penerbangan dan antariksa, LAPAN sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berkoordinasi dengan Kemenristek/BRIN adalah simbol kemajuan teknologi bangsa Indonesia", kata Menristek/Kepala BRIN pada penutupan acara.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL