Kompetensi Utama

Layanan


TNI AD - Cirnov UAD Uji Coba Go-Rudal
Penulis : Agung Priyo Wicaksono • Media : suaramerdeka.com • 06 Nov 2019 • Dibaca : 330 x ,

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Go-Rudal digelar TNI Angkatan Darat dan Tim Center for Integrated Research and Innovation (Cirnov) Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan itu merupakan uji coba peluru kendali alias rudal karya murni anak bangsa Indonesia.

Ketua Tim Konsultan Pembuatan Rudal dari Cirnov UAD, Prof Hariyadi mengungkapkan hal itu di kampusnya, kemarin. Ia menyebut uji tembak rudal sebagai ''konser'' yang merupakan uji coba penyempurnaan desain Rudal Merapi kaliber 70 mm serta uji pelontar rudal (booster) hasil kerja sama dengan Dislitbang TNI AD. Uji dilaksanakan di Lapangan Tembak Buluspesantren, Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, 4 - 5 November 2019 lalu.

''Uji tembak rudal buatan anak bangsa ini kelanjutan dari uji yang dilakukan pada tanggal 20 September 2019 di tempat yang sama untuk meningkatkan performa ketepatan dan kecepatan jenis rudal darat ke udara dengan sasaran objek terbang,'' papar Hariyadi.

Faktor stabilitas dan pengendalian rudal yang melesat mencapai kecepatan supersonik memiliki teknik yang rumit dan kompleks. Namun Tim Cirnov UAD dan Dislitbang TNI AD serta Pustekbang Lapan berhasil mengatasinya.

Konfigurasi fin (sirip belakang) dan canard (sirip depan) dengan posisi cross (menyilang) dan plus telah berhasil dicoba dan diperoleh hasil yang bagus. Teknik tersebut memungkinkan aliran udara turbulen yang dialami rudal mulai dari canard ke arah belakang tidak diganggu oleh posisi fin sehingga fin sebagai komponen penstabil rudal dapat bekerja secara efektif.

Uji coba dihadiri pimpinan di lingkungan Dislitbang TNI AD yaitu Brigjen TNI Mulyo Aji MA, Kol Iskandar, Letkol Edi Sujarwoko serta tamu undangan dari Sospad, Srenad, Ditpalad, Pusseninf, Poltekad, tim dari UAD dan Pustekbang LAPAN.

Terbang Sempurna

Ia menjelaskan data telemetry berhasil diperoleh selama rudal terbang secara sempurna. Teknologi pengambilan data memiliki tingkat kerumitan tersendiri mengingat alat yang dibuat harus tahan hentakan tinggi (G-shock hingga 20 G) serta faktor lain seperti getaran, interferensi gelombang elektromagnetik.

Selain uji rudal jenis panggul, komponen pelontar rudal yaitu booster eksternal yang disempurnakan juga turut diuji dengan hasil memuaskan yaitu booster mampu melontarkan bodi rudal seberat 8,5 kg ke jarak aman dari penembak yakni lebih 10 meter dari penembak, sebelum nantinya roket pendorong rudal menyala melesat cepat menuju sasaran.

Rudal Merapi dirancang untuk dapat ditembakkan ke objek terbang seperti pesawat terbang hingga jangkauan 6.000 meter dengan teknologi pengunci sinar infra merah jenis fire and forget. Teknologi ini memungkinkan rudal yang ditembakkan menuju sasaran tanpa dipandu sistem lain seperti radar yang rawan di-jamming (dikunci) lawan.

"Rudal akan mengejar sendiri sasaran dengan objek yang sudah terkunci oleh bagian penjejak rudal yang dipasang di bagian depan. Rudal jenis panggul juga cukup ditakuti pesawat-pesawat tempur musuh termasuk helikopter karena dapat dilumpuhkan oleh pasukan tempur perorangan yang membawa rudal jenis ini secara cepat, dan mudah pengoperasiannya. Dengan penguasaan teknologi rudal tersebut, teknik peperangan gerilya modern dapat mengalami perubahan drastis," papar Suhariyadi.

LINK:
https://www.suaramerdeka.com/news/baca/206089/tni-ad-cirnov-uad-uji-coba-go-rudal








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL