Kompetensi Utama

Layanan


Wujudkan Bandar Antariksa di Biak, LAPAN Rakornas dengan Para Ahli
Penulis : Tety Polmasari • Media : possore.com • 08 Nov 2019 • Dibaca : 531 x ,

TANGERANG (Pos Sore) — Indonesia mempunyai impian besar: memiliki bandar antariksa. Apakah mimpi ini terlalu muluk? Rasanya tidak. Untuk negara sekelas Indonesia yang dianugerahi tanah yang luas nan subur, sumberdaya alam yang berlimpah ruah, dan manusia-manusia tangguh, tak ada kata tidak mungkin untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Jika mimpi itu diseriusi dipastikan akan terwujud. Itu sebabnya, harus mulai diwujudkan perlahan-lahan. Meski untuk merealisasikan impian tersebut membutuhkan waktu 25 tahun lagi. Waktu yang lama dan panjang, memang. Namun, setidaknya generasi penerus sudah bisa merasakan manfaatnya. Dan, tentu saja membanggakan Indonesia, dan juga dunia.

Mimpi besar ini diamanatkan kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk mewujudkannya. Lembaga itu pun lantas mengumpulkan para ahli dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) “Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Skala Kecil di Pulau Biak” pada 6-7 November 2019, di Hotel Atria Gading Serpong, Tangerang Selatan.

Dalam rakornas tersebut menghadirkan pembicara utama dari LAPAN yaitu Deputi Bidang Teknologi dan Penerbangan, Dr. Rika Andiarti yang membahas mengenai fasilitas uji terbang roket sonda di Biak, dan Sekretaris Utama LAPAN, Prof Erna Sri Adingsih yang menyampaikan materi mengenai perencanaan anggaran dan SDM untuk bandar antariksa skala kecil.

Pembicara lainnya berasal dari perwakilan Pemprov Papua, Pemda Biak, Bappenas, Kemenristek/BRIN, Universitas Cendrawasih, dan Kementerian Perhubungan. Rakornas ini juga dihadiri perwakilan dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten, dan Perguruan Tinggi.



"Kepala LAPAN Prof. Thomas Djamaluddin, yang membuka rakornas tersebut, menyampaikan, pembangunan bandar antariksa ini amanat dari Undang-undang No. 21 tahun 2013 tentang Keantariksaan untuk mewujudkan kemandirian di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) penerbangan dan antariksa diantaranya adalah pengembangan teknologi roket, khususnya teknologi Roket Pengorbit Satelit (RPS) yang dapat membawa wahana ke orbit."



“Yang juga tertuang dalam Peraturan Presiden No. 45 tahun 2017 tentang Rencana Induk Penyelenggaraan Keantariksaan 2016-2040. Dengan ditetapkan peraturan tersebut, maka program LAPAN untuk mewujudkan kegiatan peluncuran wahana antariksa untuk mengorbitkan satelit semakin jelas,” terangnya.

LAPAN pada 1990 sudah merencanakan untuk membangun bandar antariksa skala kecil. Kajian terhadap alternatif lokasi bandar antariksa pun sudah dilakukan. Waktu itu, ada beberapa pilihan pulau yakni Pulau Engganao, Pulau Nias, Pulau Morotai, dan Pulau Biak. Dari beberapa lokasi tersebut yang memenuhi persyaratan teknis sebagai lokasi pembangunan bandar antariksa, salah satunya pulau Biak, Desa Soukobye, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.

Pulau Biak memiliki keunggulan kompetitif yaitu sangat dekat dengan ekuator atau garis khatulistiwa. Terletak pada titik koordinat
pada titik koordinat 0º55?-1º27? Lintang Selatan (LS) dan 134º47?-136º48 Bujur Timur (BT). Dengan posisi tersebut sangat baik sebagai tempat peluncuran Roket Peluncur Satelit (RPS) ke Geostationary Earth Orbit (GEO). Posisi ini juga berdampak positif pada penghematan penggunaan bahan bakar roket ketika peluncuran.

“Di Asia Pacific hanya bandar antariksa Biak yang tepat berada di ekuator, sehingga akan menjadi sebuah inovasi bagi dunia internasional,” papar Prof. Thomas, yang berharap pembagunan bandar antariksa skala kecil dengan ukuran 100 ha (1 km2) pada 2024 sudah dapat dipergunakan untuk kegiatan uji terbang peluncuran roket-roket skala kecil.

Prof. Thomas berharap pembangunan bandar antariksa di Biak yang ditargetkan rampung pada 2024, ini nantinya akan diperluas menjadi bandar antariksa besar, sehingga dapat dikomersilkan. “Saat ini baru akan menjadi tempat peluncuran satelit kecil 300 KM dan direncanakan nantinya juga akan bisa meluncurkan satelit 600 KM,” katanya.

Untuk itu, LAPAN akan terus menjajaki kerjasama dengan bandar antariksa besar sehingga bandar antariksa di Biak ini bisa menjadi bandar antariksa internasional atau Pulau Keantariksaan yang selain sebagai tempat peluncuran satelit tetapi juga memiliki pabrik roket dan pabrik satelit.

Pada Rakornas ini, LAPAN mengharapkan mendapatkan masukan-masukan, kesepahaman bagaimana untuk mewujudkan mimpi besar dalam pembangunan bandar antariksa. Diharapkan, rencana induk keantariksaan ini paling lambat pada 2040 atau menjelang 100 kemerdakaan Indonesia sudah mempunyai kemampuan membuat satelit sendiri dan meluncurkan dengan wahana roket sendiri dari bumi Indonesia. (tety)









Sumber: http://possore.com/2019/11/08/wujudkan-bandar-antariksa-di-biak-lapan-rakornas-dengan-para-ahli/








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL