Kompetensi Utama

Layanan


Sah! Biak jadi Bandar Antariksa pertama Indonesia
Penulis : Katriana • Media : antaranews.com • 07 Nov 2019 • Dibaca : 113 x ,

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memilih Biak
Utara sebagai lokasi untuk rencana pembangunan Bandar Antariksa pertama Indonesia yang
sedang mereka kaji dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LAPAN di Tangerang, Banten.
"Alasan utamanya pertama karena Biak itu paling dekat dengan ekuator," kata Kepala
LAPAN Thomas Djamaluddin melalui sambungan telepon kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Selain dekat dengan ekuator, pemilihan Desa Soukobye di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi
Papua, sebagai lokasi rencana pembangunan Bandar Antariksa itu adalah karena posisinya
yang sekitar satu derajat Lintang Selatan dan berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik,
sehingga aman untuk dijadikan sebagai lokasi peluncuran.
"Untuk peluncuran, itu aman bagi titik jatuhnya," katanya.
Saat ini, LAPAN tengah menggelar Rakornas untuk menyatukan pandangan dari
berbagai stakeholder terkait perencanaan pembangunan dua Bandar Antariksa pertama di
Indonesia, yaitu Bandar Antariksa skala kecil untuk uji terbang dan peluncuran roket-roket kecil
serta Bandar Antariksa besar.
"Karena keterbatasan anggaran, LAPAN akan membangun Bandar Antariksa atau space
port skala kecil untuk uji terbang dan peluncuran roket-roket kecil. Bandar Antariksa yang
besar akan dibangun dengan kemitraan internasional," katanya.

Dalam Rakornas itu, LAPAN berdiskusi dengan beberapa pihak terkait diantaranya Pemerintah
Daerah Biak, Pemerintah Provinsi Papua dan juga Pemerintah Kabupaten Biak, selain juga dari
Kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Mulai tahun depan LAPAN akan memulai sejumlah kajian untuk menghasilkan perencanaan
dan pembangunan Bandar Antariksa tersebut.
"Karena Bandar Antariksa itu sangat mahal, kami memulai dari tahapan (pembangunan)
Bandar Antariksa skala kecil terlebih dahulu," katanya.
Saat ini, LAPAN sudah memiliki 100 hektar lahan di Biak Utara untuk pembangunan Bandar
Antariksa skala kecil yang akan difungsikan sebagai lokasi uji terbang.
"Memang sebenarnya itu tidak cukup. Tetapi kami akan mengoptimalkan lahan itu lebih
dahulu. Meskipun ada komitmen dari Pemkab untuk menyediakan lahan tambahan," ujarnya.
LAPAN menargetkan pada 2024 pembangunan Bandar Antariksa tersebut sudah dapat
diselesaikan, walaupun belum sempurna. "Setidaknya bisa kami pakai untuk uji terbang,"
katanya.
Pembangunan Bandar Antariksa tersebut, katanya, dilakukan untuk memberikan ruang lebih
luas bagi peluncuran roket bertingkat yang juga sedang mereka kembangkan.
"Jadi kalau roket yang biasa kecil-kecil itu biasa dilakukan dari Garut. Tapi untuk ukuran besar
dan bertingkat itu riskan kalau diluncurkan di Garut karena lokasinya sudah padat penduduk,
sehingga kami harus menyiapkan tempat peluncuran yang lebih aman. Dan posisi terbaiknya
ada di Biak," katanya.
Saat ini, LAPAN tengah mengembangkan roket Sonda atau roket penelitian atmosfer yang
secara bertahap target ketinggiannya akan terus ditingkatkan.
"Jadi roketnya masih dikembangkan. Karena roket yang ada saat ini belum bisa mencapai
orbit. Jadi roket yang sudah ada capaiannya baru sampai beberapa puluh kilometer. Targetnya
minimal 300 kilometer," katanya.

LINK:
https://www.antaranews.com/berita/1152240/sah-biak-jadi-bandar-antariksa-pertama-indonesia








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL