Kompetensi Utama

Layanan


Repositori Ilmiah Nasional; Simpan, Lestarikan, dan Jamin Ketersediaan Data Penelitian
Penulis Berita : Humas/AP • Fotografer : Humas/AP • 18 Nov 2019 • Dibaca : 313 x ,

Deputi Inderaja, Orbita Roswintiarti Memberikan Sambutan dalam kegiatan Sosialisasi RIN oleh LIPI.

Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI) LIPI melakukan sosialisasi Repositori Ilmiah Nasional (RIN) untuk para peneliti di lingkungan Kedeputian Bidang Penginderaan Jauh (Deinderaja), Senin (18/11), di Gedung Indriya Bhuwana, Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh (Pustekdata). Acara ini adalah upaya LIPI untuk menyosialisasikan RIN sebagai platform untuk menyimpan, melestarikan, dan menjamin ketersediaan akses data penelitian di Indonesia.

Menurut penelitian yang dipaparkan oleh Dwi Untari, LIPI, perilaku peneliti terhadap data penelitiannya masih kurang dari kata memuaskan. Peneliti masih menggunakan PC dan harddisk dalam menyimpan data penelitian. Idealnya peneliti menyimpan di fasilitas penyimpanan lembaga. Tidak hanya itu, dalam mencadangkan data penelitian, mayoritas peneliti melakukannya hanya pada saat mereka mengingat untuk mencadangkan. Padahal data penelitian memiliki ancaman untuk tidak dapat diambil kembali atau hilang karena bencana alam, kerusakan selain bencana alam, serta tidak sebandingnya penyimpanan dengan jumlah data.

Oleh karena itu, RIN dikembangkan dalam rangka menjamin ketersediaan data penelitian. Hal ini sesuai dengan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Dalam pasal tersebut, seluruh data primer dan keluaran hasil Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan wajib diserahsimpankan. 

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Orbita Roswintiarti menyatakan pentingnya RIN ini untuk peneliti dan perekayasa di lingkungan Deinderaja. “Keberadaan RIN ini akan membantu tidak hanya para individu peneliti dan perekayasa, namun juga lembaga dalam retracing data penelitian sebelumnya. Keadaaan saat ini adalah lembaga sendiri sulit dalam retracing data penelitian terdahulu untuk digunakan kembali di penelitian mutakhir,” ujar Orbita. Ia berharap, RIN akan membantu peneliti dan perekayasa dalam melakukan penelitiannya.

Acara ini dihadiri oleh pejabat, peneliti, perekayasa, pustakawan, dan arsiparis di lingkungan Deinderaja.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL