Kompetensi Utama

Layanan


Menristek Sebut Observatorium Nasional Timau NTT Ditargetkan Selesai Tahun Depan
Penulis : Penulis: Gita Irawan Editor: Adi Suhendi • Media : tribunnews.com • 26 Nov 2019 • Dibaca : 523 x ,

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riaet dan Inovasi Nasional (Menristek dan Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan Observatorium Nasional di Timau, Nusa Tenggara Timur, ditargetkan selesai tahun depan atau tahun 2021.

Hal itu diungkapkan Bambang Brodjonegoro ketika memaparkan terkait capaian program Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pada 2019 saat Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I DPR Jakarta, Selasa (26/11/2019).

"Saat ini LAPAN sedang membangun observatorium Nasional yang baru. Yang rencananya selesai kalau tidak tahun depan atau tahun 2021 paling lambat. Lokasinya di Nusa Tenggara Timur," kata Bambang.

Bambanh menjelaskan, observatorium nasional itu dibangun karena observatorium Boscha di Bandung, Jawa Barat sudah tidak efektif dan optimal karena terkena polusi cahaya.

Hal itu terjadi karena di daerah sekitarnya banyak rumah dan kegiatan.

"Karena itu pindahnya ke NTT yang sekitarnya tidak ada perkotaan atau tidak ada kegiatan yang siginifikan. Itu sudah dipagukan Rp 144 miliar yang sebagian besarnya sudah terpakai," kata Bambang Brodjonegoro.

Observatorium tersebut diklaim sebagai yang terbesar se-Asia Tenggara.

Sebelumnya, ia juga memaparkan terkait anggaran LAPAN tahun 2019 yang mengalami kenaikan dari anggaran awalnya Rp 792 miliar menjadi Rp 840 miliar karena termasuk untuk pengembangan pesawat N219.

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek dan Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengaku miris dengan anggaran riset di Indonesia.

Menurutnya jika dibandingkan dengan Produk Domestic Bruto (PDB), anggaran riset di Indonesia relatif kecil.

Lebih menyedihkan lagi, menurutnya anggaran riset yang relatif kecil tersebut didominasi pemerintah.

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek dan Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengaku miris dengan anggaran riset di Indonesia.

Menurutnya jika dibandingkan dengan Produk Domestic Bruto (PDB), anggaran riset di Indonesia relatif kecil.

Lebih menyedihkan lagi, menurutnya anggaran riset yang relatif kecil tersebut didominasi pemerintah.

Selain itu ia mengatakan, BRIN juga bertugas untuk menjadi fasilitator dalam mengajak swasta, BUMN, dan masyarakat secara umum untuk dapat terlibat di kegiatan riset dan inovasi.

Menurutnya, pihak swasta tidak akan dilibatkan lewat mekanisme amal (charity) atau Corporate Social and Responsibility melainkan dilibatkan untuk keperluan bisnis.

Penelitian dan pengembangan itu menurutnya perlu dilakukan oleh pihak swasta agar produk mereka kompetitif.

Selain itu, menurutnya penelitian dan pengembangan tersebut tidak perlu dikerjakan sendiri, tapi bisa dilakukan bersama dengan lembaga penelitian yang ada di bawah BRIN nantinya.

Selain itu, menurutnya penelitian dan pengembangan tersebut tidak perlu dikerjakan sendiri, tapi bisa dilakukan bersama dengan lembaga penelitian yang ada di bawah BRIN nantinya.

"Ibu dan Bapak Komisi VII, kami harapkan nanti kalau kita ketemu lagi Januari, kita ketemu dengan organisasi yang sudah lebih mapan dan jelas bentuknya. Karena kami masih negosiasi dengan Kemenpan RB mengenai detail dari atruktur organisasinya," kata Bambang Brodjonegoro saat Rapat Kerja dengan KomisI VII DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

LINK:
https://www.tribunnews.com/nasional/2019/11/26/menristek-sebut-observatorium-nasional-timau-ntt-ditargetkan-selesai-tahun-depan?page=3








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL