Kompetensi Utama

Layanan


Gerhana Matahari Berisiko Merusak Mata
Penulis : Redaksi • Media : kumparan.com • 27 Nov 2019 • Dibaca : 596 x ,

Gerhana Matahari Cincin (GMC) akan terjadi pada 26 Desember 2019 mendatang, di beberapa wilayah bagian Utara Indonesia. GMC sendiri merupakan fenomena alam yang langka, karena hanya terjadi 300 tahun sekali untuk melihatnya di lokasi yang sama.

Gerhana tersebut ternyata juga melintasi wilayah Kalimantan Barat, tepatnya di kota Singkawang. Pemerintah daerah Kota Singkawang akan menjadikan fenomena ini menjadi sebuah even pariwisata yang mencakup berbagai nilai, seperti pengetahuan, seni, kebudayaan, dan religi.
Sementara itu, Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) LAPAN Pontianak, Kuncoro Wisnu, mengungkapkan, untuk menikmati GMC, harus menggunakan alat bantu.
"Dampak melihat gerhana matahari cincin tanpa alat bantu ini bahkan dapat menyebabkan kebutaan. Jadi bisa menggunakan alat bantu, seperti teleskop, kamera pinhole, kamera DSLR dengan filter cahaya, dan kacamata matahari," bebernya.
Adapun tahapan GMC tersebut, akan terjadi pada pada pukul 10.43 WIB gerhana akan muncul sebagian, pada pukul 12.41 WIB gerhana mulai membentuk seperti cincin, pada pukul 12.42 WIB adalah puncak dari gerhana cincin tersebut, pada pukul 12.44 WIB gerhana cincin akan berakhir, dan hingga pada pukul 14.31 WIB adalah akhir gerhana sebagian.

Pada fenomena tersebut, Kuncoro mengimbau kepada seluruh masyarakat pada saat mulainya gerhana muncul untuk masyarakat tidak melihat langsung ke arah matahari, dari daerah manapun.
"Cara memandangnya bukan hanya di Singkawang, tapi di tempat lain juga tidak boleh memandang matahari tanpa alat bantu. Perbedaannya, yaitu di Singkawang gerhana matahari full, namun ada juga gerhana matahari sebagian. Nanti di tempat lain juga bisa lihat, seperti di pulau Jawa ada sedikit, tapi tidak bulat seperti cincin. Dia sebagian. Nah di tempat lain juga melihat mataharinyapun tidak boleh memandang langsung," terang Kuncoro.
Ia juga memaparkan risiko atau dampak melihat gerhana matahari jika tanpa menggunakan alat bantu. "Bisa menyebabkan sakit mata, mata berair, kepala pusing, bahkan kebutaan. Nanti rangkaian acara kita dari LAPAN Pontianak, juga akan mengedukasi anak-anak bagaimana cara pembuatan kacamata yang dapat digunakan untuk menikmati GMC di Kota Singkawang," tuturnya.

LINK:
https://kumparan.com/hipontianak/jangan-lihat-gerhana-matahari-secara-langsung-1sKk7eIi2vt








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL