Kompetensi Utama

Layanan


Desember, Banjir Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari Cincin
Penulis : Redaksi • Media : cnnindonesia.com • 05 Dec 2019 • Dibaca : 669 x ,

Jakarta, CNN Indonesia -- Sepanjang Desember, langit akan dihiasi bermacam fenomena astronomi. Akun resmi balai observasi tertua di Indonesia, Bosscha, menyebut pada Desember ini langit Indonesia akan dihiasi hujan meteor, konjugasi planet, hingga gerhana matahari cincin.

Namun, sebelumnya LAPAN mengingatkan bahwa langit Indonesia jelang akhir tahun kerap tak bersahabat terhadap pengamatan peristiwa langit. Pasalnya, langit kerap tertutup awan lantaran Indonesia sudah memasuki musim penghujan.


"Akhir tahun memang bukan menjadi masa yang baik untuk menanti fenomena astronomis. Kondisi Indonesia kontras dengan tempat di belahan utara yang justru banyak langit cerah saat musim dingin," jelas Peneliti sains antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto saat dihubungi lewat pesan singkat, beberapa waktu lalu (30/10).

Selain perlu dukungan langit yang cerah, pengamatan juga akan lebih optimal di wilayah yang minim polusi cahaya. Jadi, mengamati langit di tengah kota bukan ide yang baik. Bergeser ke wilayah pegunungan atau pantai yang minim pemukiman bisa menjadi solusi.

Untuk membantu menentukan posisi pengamatan berdasarkan rasi bintang tertentu, Anda bisa mengunduh aplikasi seperti Google Sky Maps atau StarTracker.

Berikut adalah jadwal fenomena yang dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.

2 Desember : Hujan Meteor Pheonicid

Hujan meteor ini biasanya terjadi pada 29 November hingga 9 Desember. Puncak hujan meteor ini terjadi pada 3 Desember pukul 01:00 WIB. Untuk mengamati, arahkan pandangan ke rasi Phoenix.

6 Desember : Hujan Meteor Cassiopeid

Hujan meteor ini berlangsung mulai 1-8 Desember. Namun, puncak hujan meteor terjadi pada 6-7 Desember, mengutip In The Sky. Hujan meteor ini akan terjadi di sekitar kontalasi Andromeda.

Dari Indonesia, hujan meteor ini akan terlihat setiap hari hingga pukul 02:00 WIB dini hari. Namun, waktu optimal pengamatan sekitar pukul 20:00 WIB.


Selain perlu dukungan langit yang cerah, pengamatan juga akan lebih optimal di wilayah yang minim polusi cahaya. Jadi, mengamati langit di tengah kota bukan ide yang baik. Bergeser ke wilayah pegunungan atau pantai yang minim pemukiman bisa menjadi solusi.

Untuk membantu menentukan posisi pengamatan berdasarkan rasi bintang tertentu, Anda bisa mengunduh aplikasi seperti Google Sky Maps atau StarTracker.

Berikut adalah jadwal fenomena yang dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.

2 Desember : Hujan Meteor Pheonicid

Hujan meteor ini biasanya terjadi pada 29 November hingga 9 Desember. Puncak hujan meteor ini terjadi pada 3 Desember pukul 01:00 WIB. Untuk mengamati, arahkan pandangan ke rasi Phoenix.

6 Desember : Hujan Meteor Cassiopeid

Hujan meteor ini berlangsung mulai 1-8 Desember. Namun, puncak hujan meteor terjadi pada 6-7 Desember, mengutip In The Sky. Hujan meteor ini akan terjadi di sekitar kontalasi Andromeda.

Dari Indonesia, hujan meteor ini akan terlihat setiap hari hingga pukul 02:00 WIB dini hari. Namun, waktu optimal pengamatan sekitar pukul 20:00 WIB.

16 Desember : Hujan Meteor Comae Berenicid

Hujan meteor ini terjadi pada 12-23 Desember dengan puncak pada 16 Desember pukul 20:00 WIB.

Untuk menemukan hujan meteor ini carilah konstelasi Leo. Konstelasi ini akan terlihat di Jakarta mulai 23:58 hingga 05:12.

20 Desember : Hujan Meteor Leonis Minorid

Masa aktif hujan meteor ini cukup lama, antara 5 Desember hingga 4 Februari. Namun puncaknya terjadi di 20 Desember sekitar pukul 19:00 WIB.

Untuk mengamati peristiwa ini, pengamat mesti mencari rasi Leo Minor. Namun, jumlah meteor yang dihasilkan tak sebanyak Geminid, hanya 5 meteor per jam.

23 Desember : Konjungsi Mars dan Bulan

Konjungsi adalah momen ketika suatu benda langit berada sejajar. Pada 23 Desember, Bulan dan Mars akan berada sejajar. Keduanya bisa diamati di dekat konstelasi Virgo.

Keduanya bisa dilihat dari langit Jakarta pada 03:39 WIB, 1 jam 49 menit sebelum Matahari terbit. Peristiwa ini bisa disaksikan dengan mata telanjang atau menggunakan binokular.

26 Desember : Gerhana Matahari Cincin melewati sebagian wilayah Indonesia

Di pengujung tahun, matahari akan kembali mengalami gerhana cincin, di sebagian wilayag Indonesia. Matahari diperkirakan akan tertutup dengan presentase terbesar yakni 72 persen pada pukul 12:19 WIB. Gerhana akan terjadi selama kurang lebih tiga jam.

LINK:
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191203055525-199-453567/desember-banjir-hujan-meteor-hingga-gerhana-matahari-cincin








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL