Kompetensi Utama

Layanan


LAPAN Kenalkan Sistem Pemantauan Hujan
Penulis : Azhar Ilyas • Media : Akurat.co • 06 Dec 2019 • Dibaca : 106 x ,

AKURAT.CO, Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) LAPAN mengenalkan radar hujan bernama Sistem Pemantauan Hujan (Santanu). Santanu menampilkan lokasi yang tengah diguyur hujan melalui laman santanu.sains.lapan.go.id.

"Radar ini dapat memantau hujan hingga radius 44 kilometer," ujar Peneliti Muda PSTA Asif Awaludin dilansir dari laman resmi LAPAN.

Radar hujan dipasang di kantor-kantor milik Lapan seperti di Bandung dan Bogor. Selain itu, beberapa radar hujan juga dipasang di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seperti di Sukabumi, Jawa Barat.

Radar hujan berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) yang dihibahkan ke BPBD. Lapan dalam hal ini membantu dalam pembuatan dan pemasangannya.

Selanjutnya, radar ini akan dipasang yaitu di Kota Bima dan Kota Sorong. Radar hujan Santanu diharapkan sudah beroperasi pada pertengahan Desember ini.

Selain itu, radar hujan juga telah memantau daerah Lembang, Sumedang, Pontianak, Kototabang, dan Sadeng. Radar hujan Santanu ini sendiri diklaim terbukti sangat akurat.

Laman radar hujan ini bisa diakses dengan mudah oleh publik dimana tampilannya terbagi tiga. Peta dan radar hujan berukuran besar menampilkan kondisi hujan hingga radius 44 kilometer dari lokasi radar, sedangkan pada bagian kanan atas ada peta yang bisa diperbesar dan melihat informasi lebih detil, termasuk kondisi perubahan hujan per dua menit.

Warna pada sebaran awan menggambarkan tingkat intensitas hujan, mulai dari ringan, sedang, hingga lebat. Santanu juga menampilkan luas area yang diguyur hujan.

Selain itu, pergerakan awan hujan juga bisa diketahui arahnya. Ada 14 corak warna bertingkat dari biru muda hingga ungu. Warna biru tua menandakan hujan ringan, sementara warna hijau mengindikasikan hujan deras.

"Yang perlu diwaspadai adalah hujan warna hijau yang cakupannya cukup luas, karena berarti hujannya menjangkau hulu hingga hilir sungai," tandas Asif.

Dengan kombinasi durasi waktu hujan, sebut dia, kondisi itu bisa mengindikasikan awal terjadinya banjir, namun tetap perlu dikonfirmasi dengan pengamatan lokal.

LINK:
https://akurat.co/iptek/id-891754-read-lapan-kenalkan-sistem-pemantauan-hujan








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL