Kompetensi Utama

Layanan


Kepala LAPAN Apresiasi Ide Pemanfaatan Teknologi Keantarikaan Untuk Solusi Pencemaran Laut
Penulis Berita : humas/NL • Fotografer : humas/NL • 29 Nov 2019 • Dibaca : 837 x ,

Prof Thomas Djamaluddin saat memberikan pemaparannya

“Di masa pengembangan teknologi antariksa yang lampau tidak ada ide bagaimana manusia bisa pergi ke bulan atau ke mars. Tetapi dengan imajinasi maka kemudian teknologi untuk mengembangkan satelit ada dimulai dengan Sputnik pada tahun 1957 dan misi manusia ke bulan pada tahun 1969 hingga sekarang,” Ujar Prof Thomas saat menjadi panelis pada sesi Head of Agency X Young Generation dengan tema Contribution of Space Technology for Solving Current/Future Global Issues yang berlangsung di Nagoya, Jepang (29/11).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian APRSAF-KE 26, dalam sesi ini Dr. KANAI Norishige, astronot Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) yang pernah tinggal di antariksa selama 168 hari untuk misi ISS Expedition 54/55 menjadi moderator.

Pernyataan Kepala LAPAN diatas tersebut, usai menanggapi pemaparan yang disampaikan oleh Miss Reina Hitomi dan Mr. Mohamad Ali Izzat Bin Mohamed Sanaf dari “16th Japan Future Leaders School “Asia High School Summit”.

Kedua generasi muda tersebut menyajikan ide-ide yang inovatif berkaitan dengan pemanfaatan teknologi keantariksaan untuk kemajuan masyarakat dalam rangka memecahkan permasalahan yang menghambat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Mereka menghadirkan solusi mengenai penyelesaian pencemaran laut dengan berbagai solusi antara lain: penggunaan robot paku-paku yang dapat mengumpulkan plastik laut dengan menggunakan satelit untuk menemukan area spesifik sampah plastik yang ada setelah itu disedot dan dihancurkan, penggunaan drone dan satelit yang dimodifikasi dapat menyerap sinar ultraviolet dan memancarkannya ke laut untuk mengurai sampah plastik yang ada di laut, dan terakhir solusi yang disebut dengan Svensmark effects yakni teknik superior dengan membuat beberapa awan secara efektif dengan menggunakan sains antariksa dan teknologi atmosfer dan memanfaatkan energi dari petir yang akan menggemparkan plastik. Dengan terbentuknya listrik statis tersebut plastik akan bergerak dan dapat diangkat.

Prof Thomas sangat mengapresiasi ide murni dan brilian dari keduanya, menurutnya sampah plastik merupakan permasalahan yang saat ini menjadi trend dan untuk mengatasi masalah ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan pengetahuan teknologi keantariksaan.

“Pemanfaatan sinar UV dalam upaya mengatasi permasalahan sampah plastik adalah ide yang bagus, namun disatu sisi UV juga menjadi masalah bagi kita dan keberadaan lapisan ozon juga sangat penting untuk melindungi kehidupan kita di Bumi dari sinar UV. Kita dapat memiliki ide apa saja dan mungkin ilmuwan dapat mempertimbangkan bagaimana mewujudkan ide ini. Misalnya dengan menggunakan peralatan dan analisis teoritis dan sebagainya. Mungkin dimasa depan akan ada teknologi baru untuk mengatasi masalah lingkungan,”Jelas Thomas. 


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815




© 2020 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL