Tinjau N219, Presiden: Indonesia Perlu Transportasi Udara
Penulis Berita: Humas/EN, Fotografer: Humas/EN, Tanggal: 14 Jan 2015

Presiden Joko Widodo berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, Jawa Barat, Senin (12/1). Kegiatan merupakan rangkaian kunjungan kerja Presiden di kota Bandung, Jawa Barat. Dalam kunjungan ini, Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas rancang bangun pesawat, khususnya pembuatan pesawat N219. Pesawat ini merupakan hasil pengembangan Lapan dan PT DI.

Pada kunjungan tersebut Presiden disambut oleh Direktur Umum PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso, Kepala Lapan Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI Andi Alisjahbana, Deputi Teknologi Dirgantara Lapan Dr. Rika Andiarti, Kepala Program N219 Agus Aribowo, Chief Engineer N219 Palmana Banandi dan sejumlah engineer N219.

Budi Santoso menyampaikan bahwa pesawat N219, hasil kerja sama Lapan dan PT DI merupakan pesawat perintis dengan segmen penerbangan strategis. Pesawat ini bermisi untuk menghubungkan pedalaman dan kepulauan. Dengan demikian, penerbangan perintis ini mempunyai nilai ekonomis serta mampu mempersatukan wilayah Indonesia.

Ia menambahkan, pesawat N219 sangat cocok dengan kondisi Indonesia yang membutuhkan penerbangan jarak pendek dengan landasan kecil. Budi mencontohkan, pesawat dapat digunakan di landasan Sungapa di Papua. Landasan tersebut hanya memiliki panjang 600m dan lebar 30m, sehingga pesawat ini juga cocok untuk kondisi geografis yang ekstrem seperti di Sumatera, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Pesawat berpenumpang 19 orang ini multifungsi. Pesawat antara lain dapat digunakan untuk kebutuhan angkutan militer, pesawat polisi, search and rescue, kargo, evakuasi medis, dan angkutan sipil.

Kelebihan lainnya yaitu, N219 juga bukan hanya fleksibel dalam sistem transportasi moda darat atau lepas landas dan mendarat di daratan, Ia menjelaskan, pesawat ini juga bersifat amphiport atau dapat berfungsi sebagai pesawat amphibi.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan kebanggaannya, ternyata Indonesia sebagai negara berkembang telah mampu merancang dan memproduksi pesawat berteknologi tinggi.

Ia menambahkan, kemampuan ini adalah asset bangsa yang harus dipelihara dan ditingkatkan. Hal ini disebabkan, Indonesia selain membutuhkan transportasi laut, Indonesia juga sangat membutuhkan transportasi udara. Ia pun kagum dengan kemampuan SDM Indonesia yang mumpuni. Untuk itu, hal seperti ini harus ditunjang dengan rancangan bisnis yang fokus dan jelas.

Presiden berharap, kemampuan ini ditingkatkan. Ia berpendapat, hal ini disebabkan terdapat kebutuhan dalam negeri terhadap pesawat berkapasitas 30 hingga 60 penumpang.

Pada kunjungan itu, presiden juga meninjau Protype N219. Kunjungan Presiden didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Menteri BUMN, Rini Suwandi, dan Sekretaris Kabinet, Andi Widjayanto serta sejumlah pejabat negara lainnya.