LAPAN Pamerkan Hasil Litbang Dukung Pangan, Energi, dan Maritim
Penulis Berita: Tety, Fotografer: , Tanggal: 10 Aug 2015

JAKARTA (Pos Sore) — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) turut memeriahkan Research and Technology Expo (Ritech Expo) 2015 di Parkir Timur lapangan D Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, yang berlangsung pada 7-10 Agustus 2015.

Ritech Expo adalah ajang gelaran hasil riset dan teknologi anak bangsa di berbagai bidang dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) setiap tahunnya. Kegiatan tersebut memamerkan aneka hasil inovasi di berbagai bidang. Tahun ini, pameran bertema Inovasi Iptek untuk Daya Saing Bangsa dengan sub tema Pangan, Energi, dan Maritim.

Dalam pameran ini, LAPAN menampilkan berbagai hasil penelitian dan pengembangan sesuai tema. Hasil litbang yang ditampilkan yaitu mengenai peran data satelit dalam menentukan ikan melalui Zona Potensi Penangkapan Ikan, otomatiasi penentuan ZPPI, dan maritime surveillance system.

LAPAN juga menampilkan berbagai aplikasi monitoring dan pemetaan untuk pemantauan laut, klasifikasi vegetasi, klasifikasi bencana, mitigasi bencana, pemetaan wilayah pertanian, pemetaan wilayah gunung berapi, validasi data penginderaan jauh, dan pemetaan wilayah perbatasan.

Untuk mitigasi bencana, LAPAN menampilkan informasi mengenai Satellite Disaster Early Warning System (Sadewa). Sadewa merupakan sistem informasi peringatan dini bencana yang dikembangkan berbasis teknologi satelit. Di bidang teknologi kedirgantaraan, LAPAN menampilkan pesawat tanpa awak LAPAN Surveillance UAV (LSU), pesawat transportasi N219, pesawat LAPAN Surveillance Aircraft (LSA), serta satelit LAPAN A2.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. M. Nasir, saat membuka pameran, Jumat (7/8), mengatakan, kegiatan ini untuk menunjukkan anak bangsa telah mampu mandiri menghasilkan teknologi maju. Dengan demikian, Indonesia dapat disejajarkan dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Ia melanjutkan, kebangkitan teknologi Indonesia telah dirintis pada tahun 1970-1980. Kemudian, Indonesia telah mampu membangun pesawat secara berkolaborasi dengan menghasilkan CN (Cassa Nurtanio) 212 dan CN235. Pengembangan teknologi lebih jauh terjadi pada 1992, Indonesia mampu menghasilkan N250 Gatotkoco. Pada saat peluncuran, N250 telah mampu terbang selama 55 menit dengan sempurna.

Kini, teknologi Indonesia terus dibangkitkan dan dikembangkan ke arah industri strategis. Nasir mengatakan, dengan adanya industri strategis diharapkan kebutuhan hasil riset akan terpenuhi. LAPAN, dengan program pengembangan N219 sangat penting bagi Indonesia sebagai negara maritim.

Nantinya, N219 akan dapat memenuhi kebutuhan antar pulau atau sebagai penerbangan perintis untuk meningkatkan sektor ekonomi di pulau terpencil. Pada Agustus 2015, rencananya PT DI akan melakukan sertifikasi pesawat tersebut. Ia berharap, pada 2016 pesawat tersebut sudah bisa diterbangkan.

Indonesia juga mencoba mulai bangkit untuk menghasilkan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan Nawacita Presiden RI. Nasir berharap inovasi tersebut akan memberikan manfaat dan meningkatkan martabat bangsa. Hal ini disebabkan, kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari kemajuan teknologinya.

Di masa depan riset dan teknologi diarahkan untuk kemajuan pada kelutan dan kemaritiman. Ia berharap pameran ini dapat mendorong para investor, peneliti, dan mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat ekonomi atau memberikan nilai tambah.

Sumber :
http://possore.com/2015/08/10/lapan-pamerkan-hasil-litbang-dukung-pangan-energii-danmaritim/