LAPAN Launching Hitung Mundur dan Gerhana Matahari Total 2016
Penulis Berita: , Fotografer: , Tanggal: 21 Jan 2016


Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan gerhana seperti ini baru akan terulang kembali di Indonesia diperkirakan 350 tahun mendatang.

“Acara hitung mundur GMT untuk memperkuat kesadaran publik akan terjadinya GMT 9 Maret mendatang,” katanya di Jakarta, kamis (14/1/16).

Ia menambahkan ada tiga hal yang disosialisasikan terkait GMT yakni kegiatan penelitian, edukasi publik dan kepariwisataan.

Para “pemburu GMT” seperti astronom, fotografer, dan ilmuwan dari berbagi disiplin ilmu pengetahuan dari berbagai negara, pun sudah merencanakan untuk mengunjungi Indonesia khususnya daerah yang dilintasi GMT 2016.

Gerhana matahari adalah suatu peristiwa dimana bulan melintas di antara bumi dan matahari sehingga kedudukan matahari, bulan dan bumi terletak pada satu garis lurus sehingga menyebabkan cahaya matahari yang jatuh ke bumi terhalang oleh bulan.

“Gerhana matahari akan terjadi pada siang hari. Di samping itu GMT ini juga penting dalam mengali potensi nasional di bidang keantariksaan khususnya bidang astronomi,” ucapnya.

GMT diprediksi terjadi di 10 provinsi di Indonesia. Jalur GMT tersebut bermula dari Palembang (Sumatera Selatan), Bangka Belitung, Sampit (Kalimantan Tengah), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), Palu, Poso, Luwuk (Sulawesi Tengah), Ternate dan Halmahera (Maluku Utara).

Selain itu, sejumlah daerah lain di Indonesia juga bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian, antara lain Kota Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado, dan Ambon. (dody.kamar berita)