Komisi VII DPR RI Dukung Program Litbang LAPAN dan PT DI
Penulis Berita: Humas/Sgd, Fotografer: Humas/Sgd, Tanggal: 23 Jan 2016

Komisi VII DPR RI menyatakan dukungannya pada program pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa khususnya program pesawat terbang N219 dan dilanjutkan dengan N245. Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Komisi VII DPR RI, yang dipimpin oleh Agus Wirawan Pasaribu, ke PT Dirgantara Indonesia (DI) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/1).

Agus menyampaikan bahwa Indonesia sangat membutuhkan pesawat penghubung antar pulau. Tujuannya yaitu agar kegiatan perekonomian daerah menjadi maju. Selain itu, pesawat ini juga akan meningkatkan efisiensi transportasi.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, memaparkan mengenai sejarah LAPAN serta tugas pokok dan fungsi LAPAN dan PT DI. Ia mengatakan bahwa berdasarkan Perpres Nomor 28 Tahun 2008, PT DI bertugas sebagai pusat produksi untuk pesawat terbang. Sementara itu, penelitian dan pengembangan teknologi penerbangannya dilaksanakan oleg LAPAN.

Kepala LAPAN melanjutkan, program N219 yang dianggarkan LAPAN akan menghasilkan empat pesawat, yakni dua untuk uji terbang dan dua untuk uji ketahanan. Dalam kegiatan ini, LAPAN juga meminta dukungan dari Komisi VII DPR RI untuk program pengembangan pesawat berikutnya, N245.

Dalam kunjungan ini, Komisi VII DPR RI melihat proses produksi pesawat terbang di pabrik PT DI. Komisi VII DPRI-RI juga memberikan berbagai masukan untuk penelitian pengembangan dan industri penerbangan di Indonesia. Menurut para anggota DPR tersebut, kebutuhan pesawat terbang di daerah yang sangat tinggi. Mereka berharap, program N219 nantinya dapat mewujudkan efisiensi dalam biaya penerbangan perintis.

Komisi VII DPR RI juga mengatakan bahwa kolaborasi antara LAPAN dan PT DI merupakan kerja sama yang sangat strategis dan berkesinambungan. Kolaborasi ini dapat mendorong pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa.

Anggota Komisi VII DPR RI yang berkunjung antara lain Kurtubi, Aryo Joyo Hadikusumo, Agus Sulistiyono, Mantri Agung, Andrianto Johansyah, Doni Maryadi, Indro Hananto, dan Toni Waluyo.