Lapan Selenggarakan Pelatihan dan Uji Terbang LSU
Penulis Berita: Humas/ZK, Fotografer: dok. Pustekbang, Tanggal: 10 Feb 2016

Keberadaan teknologi LAPAN Surveillance UAV (LSU) semakin dirasakan manfaatnya oleh berbagi pihak. Pesawat tanpa awak (UAV) yang dibangun oleh LAPAN telah berhasil melakukan berbagai misi surveillance. Saat ini, LAPAN memiliki berbagai varian pesawat terbang tanpa awak seperti LSU-01, LSU-02, LSU-03, dan LSU-05.

Kemampuan terbang pesawat yang diklasifikasikan sebagai Tactical UAV ini, telah mampu terbang secara autonomous dan menempuh jangkauan terbang sejauh 340 Km dengan waktu 3 jam 39 menit. Hasil litbang pesawat terbang tanpa awak yang dikembangkan oleh LAPAN sering digunakan untuk pemantauan kebakaran hutan, banjir, kondisi kepadatan jalur lalulintas,  daerah perbatasan, tanah longsor, gunung berapi, dan laut.

Guna meningkatkan dan memaksimalkan pemanfaatan teknologi UAV, LAPAN menyelenggarakan pelatihan kepada 10 Kodam di Indonesia. Para peneliti dan perekayasa LAPAN telah memberikan pelatihan yang berkaitan dengan teori Ground Control Station yang menggunakan software Mission Planner. Kegiatan tersebut berlangsung pada 2 hingga 8 Februari 2016 di Pameungpeuk, Jawa Barat.

Pelatihan ini meliputi keterangan fitur dan setting parameter penerbangan autonomous dengan Mission Planner Sebagai Ground Control Station (GCS), prosedur koneksi GCS dengan autopilot UAV, perencanaan jalur terbang, serta praktik simulasi dan terbang. Pelatihan dan uji terbang ini sangat bermanfaat bagi peserta didik dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengoperasian LSU.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 perwira dan prajurit. Kepala Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Gunawan S. Prabowo, berharap para peserta dapat menjadi pilot-pilot andal UAV untuk menjaga perbatasan.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari proses hilirisasi LSU-03-NG yang telah diproduksi massal oleh mitra UKM CV Mandiri Mitra Muhibbah.