Presiden Sanggupi Dana Rp200 Miliar Untuk Kembangkan Pesawat
Penulis Berita: Christie Stefanie, Fotografer: , Tanggal: 10 Nov 2017

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Jokowi menyanggupi kebutuhan biaya untuk mengembangkan industri kedirgantaraan Nurtanio. Saat ini diperkirakan kebutuhan biaya industri tersebut mencapai Rp200 miliar.

"Kebutuhan anggaran sampai 200M? Saya kira ngga ada masalah," kata Jokowi di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jumat (10/11).

Hal tersebut disampaikan usai melihat langsung ke dalam Pesawat N219 bersama perwakilan LAPAN, PTDI, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Jokowi juga berharap Pesawat N219 terus dikembangkan sehingga berhasil masuk dunia industri dan perdagangan, sehingga banyak dibeli di masa mendatang.

"Selanjutnya proses bisnis, harus bisa dipasarkan, harus ada yang beli sehingga industri pesawat kita berkembang," tambahnya.

N219 jadi Nurtanio

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo juga menamai pesawat N219 karya LAPAN-PTDI menjadi Nurtanio. Jokowi mengatakan, nama itu dipilih untuk merepresentasikan Laksamana Muda Udara Anumerta Nurtanio Pringgoadisuryo.

Nurtanio gugur dalam sebuah penerbangan uji coba pesawat Aero 45 atau Arev pada 21 Maret 1966. Penamaan ini bertepatan dengan hari Pahlawan yang dirayakan setiap 10 November.

“Beliau adalah pahlawan bangsa yang berjuang tanpa pamrih. Seluruh hidupnya didarmabaktikan untuk kedirgantaraan Indonesia,” kata

Jokowi sempat mengutip pernyataan Nurtanio yakni semua lebih baik dan yang terpenting adalah kerja dan bukan ribut-ribut.




Sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20171110101647-199-254737/presiden-sanggupi-dana-rp200-miliar-untuk-kembangkan-pesawat/