Paracita Atmaloka 2018 Tumbuhkan Cinta Lingkungan Untuk Masyarakat
Penulis Berita: Humas/Gamma/AP, Fotografer: Humas/AP, Tanggal: 14 May 2018

LAPAN menyelenggarakan open house bertajuk Peringatan Cinta Atmosfer dan Lingkungan (Paracita Atmaloka) 2018. Acara yang dilaksanakan Sabtu (12/05), di Kantor LAPAN, Bandung, Jawa Barat tersebut merupakan rangkaian memperingati Hari Bumi Sedunia setiap 22 April. 

Dalam pembukaan acara, Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer, Afif Budiyono, menyatakan tentang pentingnya mendidik siswa-siswi pelajar tentang lingkungan sedini mungkin. Oleh sebab itu, LAPAN menyediakan sarana untuk menyalurkan cinta lingkungan melalui Paracita Atmaloka ini.

Afif menjelaskan, saat ini LAPAN telah memiliki Decission Support System (DSS) sebagai perwujudan cinta lingkungan. DSS yang dimaksud termasuk Satellite Disaster Early Warning System (SADEWA), yang dapat digunakan masyarakat luas sebagai sistem peringatan dini untuk banjir, serta Sistem Pemantauan Hujan (SANTANU). Afif berharap, dengan diadakannya kegiatan Paracita Atmaloka ini, para pelajar dapat lebih mengenal, mencintai, dan menjaga lingkungan di sekitar mereka.

Dalam workshop bertajuk “Menuju Green and Smart School” yang merupakan rangkaian acara Paracita Atmaloka, Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, Hallimurahman menjelaskan penggunaan SADEWA untuk para peserta. Ia menjelaskan bahwa SADEWA dikumpulkan dari data satelit yang kemudian diolah menjadi informasi prediksi cuaca. “Jadi, misalkan adik-adik akan ke sekolah, potens hujan bisa dilihat di sadewa.sains.lapan.go.id,” ia mencontohkan. 

Paracita Atmaloka dimeriahkan pula dengan lomba, pameran,dan berbagai permainan.