Sumber Ceceran Minyak Belum Ditemukan
Penulis Berita: Redaksi, Fotografer: , Tanggal: 16 Aug 2018

Foto Satelit Tertutup Awan, Tim Koordinasi Teknis Segera Dibentuk

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Memasuki pertengahan Agustus, sumber ceceran minyak yang mencemari pantai Balikpapan, di kawasan Melawai, akhir Juli lalu belum juga ditemukan. Tim gabungan kesulitan melacak sumber limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) tersebut. Sementara pada tanggal kejadian, citra satelit juga tak bisa merekam kejadian karena tertutup awan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Suryanto mengatakan, tiga kali kejadian pada akhir Juli semuanya belum ketemu sumbernya. “Sulit memang untuk mencari, kecuali foto satelit ditemukan dan disampaikan, maka langsung diketahui,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/8). Dia menyebut, komunikasi dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan (Lapan) sudah dilakukan. Namun, pada saat kejadian Jumat 20 Juli, potret satelit tertutup awan. Sementara untuk kejadian lainnya masih belum diketahui.

“Kita tidak bisa memaksa Lapan. Tetap kita minta info dari mereka, tapi data itu tidak bisa langsung diberikan. Perlu diolah, interpretasi dulu,” jelasnya. Apakah DLH mendapatkan intervensi dari oknum tertentu selama ada kasus tumpahan minyak ini? Menurut Suryanto tidak ada sama sekali. “Karena memang kewenangannya kan bukan pada kami. Laut itu kan sekarang menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” tambahnya. Meski demikian, untuk mempermudah penanganan ke depan, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sudah menggelar rapat koordinasi.

Kesimpulannya, akan dibuat tim terpadu dari pusat, provinsi dan kabupaten kota yang memiliki risiko tinggi terkena dampak tumpahan minyak. Kemungkinan nanti Menko Maritim yang akan menjadi koordinator. Kemudian gubernur yang akan membuat SK di mana anggotanya ada kabupaten/kota yang berdekatan dengan wilayah yang berpotensi terkena dampak tumpahan minyak. Diketahui, ceceran minyak pertama terlihat pada Jumat (20/7) pagi di Pantai Melawai. Luas areal yang menghitam sekitar 3.800 meter persegi. 

Tiga hari kemudian, Senin (23/7) ceceran minyak kembali muncul. Lalu, pada Selasa (31/7) menjadi kejadian yang ketiga kalinya minyak mencemari perairan Balikpapan selama Juli. Sejumlah pihak sudah melakukan pengambilan sampel. Yakni Pertamina, Gakkum KLHK, DLH, serta pihak kepolisian. Namun, sampai saat ini belum ditemukan asal muasal minyak tersebut. 



Sumber: http://kaltim.prokal.co/read/news/338085-sumber-ceceran-minyak-belum-ditemukan.html