Presiden Jokowi Kunjungi Stand Pameran LAPAN di ISE 2018
Penulis Berita: Humas/Aul, Fotografer: Kemenristekdikti, Tanggal: 01 Nov 2018

“Pesatnya perkembangan dunia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi harus mampu direspon dengan cepat oleh lembaga penelitian di Indonesia, respon inilah yang akan membawa lembaga penelitian menjadi ekosistem dalam pembangunan nasional”. Hal ini disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam sambutannya pada acara Indonesia Science Expo (ISE) 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD Citi, Tangerang Selatan, Banten (1/11).

Saat ini, revolusi industri 4.0 menjadi tantangan baru bagi perkembangan di dunia teknologi sehingga pemerintah melalui lembaga litbang harus mampu dengan cepat menjawab tantangan tersebut. Semua ketidakmungkinan atau keterbatasan dalam menjawab tantangan tersebut bisa diterobos oleh ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi”, jelas Presiden.

Dalam acara ini LAPAN turut serta dalam pameran yang menampilkan hasil riset dan inovasi karya anak bangsa. LAPAN sebagai lembaga pemerintah yang memiliki tugas untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang penerbangan dan antariksa juga terus mendukung Revolusi Industri 4.0. Hasil penelitian dan pengembangan LAPAN baik di bidang penerbangan dan antariksa akan didorong untuk menghilangkan keterbatasan.

Sebagai contoh nyata, Pesawat N219-Nurtanio yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan penerbangan untuk menghubungkan pulau-pulau kecil terluar. Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki banyak pulau dengan landasan pacu yang tidak bisa digunakan oleh pesawat-pesawat besar. Diharapkan dengan pengembangan N219-Nurtanio, LAPAN turut serta mendorong menghilangkan keterbatasan tersebut. Hal inilah yang mendapatkan apresiasi dari Presiden Jokowi saat mengunjugi booth pameran LAPAN

Selaras dengan itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir menegaskan hilirisasi riset menjadi inovasi produk komersial perlu terus ditingkatkan. Kolaborasi antara lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan industri menjadi kunci menelurkan inovasi berdaya saing. "Hilirisasi penelitian menjadi penting. Presiden sudah sampaikan riset dan inovasi penting. Tapi harus bisa menuju industri," ujarnya.