Kota Suci Madinah dari Satelit LAPAN, Warna Merah Jadi Perhatian
Penulis Berita: Amal Nur Ngazis, Fotografer: , Tanggal: 05 Jan 2019

VIVA – Satelit buatan anak bangsa, LAPAN-A3/LAPAN-IPB telah 2,7 tahun mengorbit di antariksa. Satelit tersebut mulai mengorbit sejak 22 Juni 2016.

Satelit ini tak cuma mengabadikan citra area di wilayah Indonesia saja. Belum lama ini satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB mengabadikan citra kota suci Madinah Al Munawarah, Arab Saudi.

Dalam citra yang dihasilkan satelit karya peneliti dan perekayasa Indonesia, sekitar kota Madinah terlihat ada yang menonjol yakni warna merah yang 'mengalir' dari bukit sampai ke sekitar Madinah.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan, warna merah dalam citra satelit itu menunjukkan adanya vegetasi alias tumbuh-tumbuhan.

Selain warna merah, yang dominan dari citra kota Madinah dari satelit LAPAN yakni warna hijau.

Selain Madinah, kota suci lainnya Mekkah juga terkenal menjadi bidikan citra antariksa.

Misalnya pada 2015, astronaut Scott Kelly yang menjalani misi di Stasiun Antariksa Internasional mengabadikan kota Mekkah dari antariksa. Pada foto yang diunggah Kelly, terlihat Mekkah dengan awan di sekitarnya.

Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB telah banyak berkontribusi untuk pengamatan dari antariksa. Pada usianya yang tepat dua tahun pada 22 Juni 2018, LAPAN mengatakan satelit tersebut telah berkontribusi yakni menghasilkan 79 juta data pergerakan kapal, 470,66 jam pemantauan medan magnet Bumi.

Satelit tersebut juga telah menghasilkan pencitraan digital 1,5 juta kilometer dari berbagai lokasi di Indonesia, pemantauan vegetasi hutan, perkebunan dan sawah berupa pemantauan tutupan lahan 50,6 juta kilometer persegi. Selama dua tahun, Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB telah menghasilkan 730 jam operasi telemetri, penjejakan (tracking) dan command. (mus)







Sumber : https://www.viva.co.id/digital/digilife/1109000-kota-suci-madinah-dari-satelit-lapan-warna-merah-jadi-perhatian