LAPAN dan YPKI Selenggarakan Penyuluhan Kanker dan Tumor
Penulis Berita: Humas/SUR, Fotografer: Humas/RK, Tanggal: 07 Feb 2019

LAPAN bekerja sama dengan Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia (YPKI) menyelenggarakan sosialisasi pengenalan bahaya kanker di Balai Pertemuan Dirgantara , Kantor LAPAN Pusat, Jakarta (07/02/). Acara ini dihadiri oleh para pegawai di lingkungan sekretariat utama. Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala Biro Kerja Sama Hubungan Masyarakat dan Umum, Ir. Christianus R Dewanto berharap agar kegiatan penyuluhan ini dapat dimanfaatkan dengan baik bagi para pegawai untuk memahami dan mengetahui deteksi secara dini tentang bahaya kanker.

Sementara itu, Narasumber YPKI, Anna Widia dalam paparannya menyampaikan informasi tentang pengenalan bahaya penyakit kanker dan tumor mulai dari dari pengertian kanker, faktor pemicu, jenis kanker dan upaya preventif menghindari penyakit kanker. Anna mengajak para pegawai di LAPAN untuk mengetahui faktor pemicu kanker diantaranya faktor genetik, rokok, asap kendaraan,gelombang elektromagnetik (handphone), makanan dan minuman yang mengandung karsinogen (pewarna, pemanis buatan).

Dalam penyuluhan ini juga disampaikan juga tentang kanker prostat, kanker serviks dan kanker payudara serta upaya preventif dari dalam maupun dari luar untuk menghindari kanker dan tumor. Berbagai upaya preventif untuk menghindari kanker dan tumor diantarannya imunisasi, mengatur pola makan yang sehat dan teratur, hindari makanan yang berlemak tinggi seperti daging, olahraga dengan teratur, konsumsi makanan yang berserat tinggi seperti buah dan sayur yang mengandung zat anti kanker RIP (Ribosom Inacting Protein) seperti sirsak, benalu teh dan temu putih.

Fungsi RIP (zat anti kanker) yaitu memblokir pertumbuhan sel kanker, mampu menonaktifkan perkembangan sel kanker, mematikan sel kanker sampai ke akar tanpa merusak jaringan sel normal di sekitarnya.

Peserta sosialisasi sangat antusias dalam mendengarkan pemaparan yang disampaikan oleh narasumber YPKI dan saat sesi tanya jawab terlihat banyaknya pertanyaan yang diajukan untuk lebih memahami penyakit kanker dan pencegahannya.