Iptek Penerbangan dan Antariksa Tahun 2020-2024
Penulis Berita: humas/andrian, Fotografer: humas/andrian, Tanggal: 18 Feb 2019

LAPAN selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) “Penyusunan Model Bisnis, Visi, Misi, Tujuan, Arah Kebijakan, dan Strategi LAPAN 2020-2024” di Hotel Novotel Bogor, 18-20 Februari 2019. Acara ini dibuka oleh Kepala LAPAN, Prof. Thomas Djamaluddin dan dihadiri oleh jajaran eselon 1, eselon 2, pejabat fungsional utama/madya dan staf Biro Renkeu. 

Dalam arahannya, Prof. Thomas mengatakan “ Penyusunan renstra harus merujuk pada amanah Undang-undang No. 21 Tahun 2013 tentang keantariksaan dan pelaksanaan riset harus mengacu pada Rencana Induk Riset Nasional (RIRN)”, ujarnya. Selanjutnya, ia juga menyampaikan mengenai upaya pembangunan bandar antariksa skala kecil yang harus dicapai. Hal ini penting untuk menjawab fenomena pengembangan rancang bangun satelit mikro dan roket peluncur yang ditujukan untuk jarak yang lebih pendek (orbit LEO). 

"Perkembangan start up keantariksaan saat ini menjadi salah satu variabel yang penting bagi LAPAN untuk dibahas pada Renstra 2020-2024. Contohnya di negara Republik Rakyat Tiongkok yang telah mengembangkan start up dengan pola pengembangan yang melibatkan profesor – profesor yang ada di lembaga litbang akan menjadi salah satu rujukan dan ini bisa dijadikan contoh”, jelas Kepala LAPAN, Prof. Thomas.

Dalam acara ini juga perwakilan masing – masing unit kerja eselon 1 dan Pusat di bawah Kepala untuk menjelaskan cita – cita yang ingin diraih hingga akhir tahun 2024. Beberapa kata kunci visi LAPAN 2020-2024 yang terangkum pada kegiatan ini antara lain : Indonesia yang maju dan mandiri, organisasi yang berkelas dunia, IT Based, kontribusi terhadap sektor pembangunan, dan penyelenggaraan keantariksaan.

Serangkaian kata kunci di atas kemudian dirumuskan kembali hingga menjadi rancangan visi LAPAN 2020-2024, yakni: Penggerak Sektor Pembangunan Nasional Berbasis IPTEK Penerbangan dan Antariksa Untuk Mewujudkan Indonesia Yang Maju dan Mandiri. 

Penjelasan rancangan visi tersebut diantaranya: penggerak sektor pembangunan nasional diartikan mampu menginisiasi, mengoordinasikan, dan menumbuhkan ekosistem; Berbasis IPTEK penerbangan dan antariksa bermakna hasil litbangyasa dan pemanfaatan IPTEK penerbangan dan antariksa yang unggul melandasi kontribusi dalam pembangunan; dan Indonesia Yang Maju dan Mandiri diartikan sesuai dengan redaksi pemahaman yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Keantariksaan. 

Untuk selanjutnya, hal yang paling penting setelah visi dirumuskan adalah melakukan beberapa tahapan aksi diantaranya menerjemahkan strategi, menyelaraskan gerak arah unit kerja, penggunaan IT, menjadi learning organization, dan dukungan para eksekutif.