Sampah di Antariksa Bisa Mengorbit Sampai 50 Tahun
Penulis Berita: Dean Syahreza , Fotografer: , Tanggal: 25 Jun 2019

"Sekarang ini misi-misi satelit sudah mulai mempertimbangkan kala hidup orbitnya, bukan lagi kala hidup operasionalnya. Satelit itu di orbit sangat banyak, dan setelah masa operasionalnya berakhir, mereka tetap di sana," ungkap Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin pada khusus dengan Gatra.com di Kantor Pusat LAPAN, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (25/6).

Menurut Thomas, masa orbit satelit di antariksa sangat ditentukan oleh tingkat ketinggiannya. Pada orbit dengan ketinggian 600 km di atas permukaan laut, diperkirakan menetap selama 25-40 tahun, 650 km bisa sampai 50 tahun, dan 400 km itu bisa sampai 20 tahun, lebih rendah lagi 5-10 tahun.

"Sebagai contoh, satelit A-1 LAPAN itu operasionalnya selama 6 tahun. Tapi umur orbitnya bisa sampai dengan 30-40 tahunan di ketinggian 630 km," ungkapnya.

Selain dari faktor ketinggian, yang menentukkan juga adalah aspek ketahanan instrumen dan kondisi antariksanya. Kalau diluncurkan ketika masa aktivitas matahari lagi aktif-aktifnya, biasanya tidak bertahan lama, tetapi kalau saat matahari minimum, masa penyesuaiannya lebih lama.

"Tidak ada kemungkinan untuk sampah-sampah ini lepas dari orbit bumi, kecuali jika ada impulse [dorongan] tertentu yang kemudian membuatnya lepas dari gravitasi bumi dan alih mengorbit ke benda antariksa lain, seperti planet atau matahari," ucap Thomas.

Karena pada dasarnya, kata Thomas, prinsip dari wahana antariksa adalah memanfaatkan daya gravitasi suatu objek untuk mengorbit. Contoh alaminya adalah seperti bulan yang mengorbit bumi dan bumi yang mengorbit matahari. Satelit pun aturan dasarnya seperti itu.





sumber : https://www.gatra.com/detail/news/424182/technology/sampah-di-antariksa-bisa-mengorbit-sampai-50-tahun