FGD Konsensus RSNI Penerbangan dan Antariksa: Menuju Penerapan Standar Penerbangan dan Antariksa
Penulis Berita: humas/AP, Fotografer: humas, Tanggal: 04 Jul 2019

LAPAN melalui Pusat Inovasi dan Standar Penerbangan dan Antariksa (Pusispan) menggelar Focus Group Discussion Konsensus Rancangan Standar Nasional Indonesia (FGD RSNI) untuk Teknologi Satelit di Jakarta, Kamis (04/07). FGD ini untuk membahas 3 RSNI yang akan dikonsesuskan antara lain sistem keantariksaan-satelit kubus (Cubesat), sistem keantariksaan-persyaratan keselamatan - Bagian 1 : Keselamatan sistem, serta Sistem keantariksaan – Persyaratan Mitigasi Sampah Antariksa.

“FGD ini untuk memperoleh kesepakatan bersama terkait dengan persyaratan teknis yang akan dicantumkan dan ditetapkan ke dalam ketiga RSNI, sehinga nantinya akan menghasilkan dokumen RSNI yang siap untuk ditetapkan menjadi SNI oleh BSN,”ujar Kepala Pusispan, Yuliantini Erowati.

Sementara itu, Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa sekaligus Ketua Komite Teknis Perumusan Standar Nasional Indonesia 49-01 Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Rika Andiarti menjelaskan agar RSNI yang telah ditetapkan nantinya bisa menjadi referensi bagi penyelenggaraan keantariksaan sehingga mampu memberikan jaminan keamanan atas kegiatan keantariksan yang dilaksanakan.

“Perumusan RSNI Bidang Teknologi Satelit merupakan kebutuhan atas pengaturan serta pembinaan sekaligus langkah antisipatif terhadap potensi berkembangnya pembuatan serta pemanfaatan satelit, terutama di lingkup perguruan tinggi,” ucap Rika.

Acara rapat konsensus RSNI Bidang Teknologi Satelit ini berlangsung selama saru hari dengan mekanisme penyelenggaraan dilakukan secara pleno dengan melibatkan Komite Teknis SNI 49-01 Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Sekretariat Komite Teknis, Tim Penyusun Rancangan Standar Bidang Teknologi Satelit, serta TAS-Pengendali Mutu Perumusan SNI.