LAPAN Junjung Kebijakan Satu Peta Nasional dengan UAV
Penulis Berita: Dean Syahreza , Fotografer: , Tanggal: 23 Jul 2019

Tangerang Selatan, Gatra.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) bertujuan menerapkan sistem pemantauan wilayah maritim yang bernama Maritime Surveillance System (MSS). Dalam pelaksanaannya, LAPAN mengandalkan jenis pesawat nirawak/unmanned aerial vehicle (UAV) baru yang bertipe LSU-05 (LAPAN Surveillance UAV-05).
"UAV ini selain LAPAN manfaatkan untuk maritim, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk pencitraan wilayah darat, sehingga secara garis besar bisa dikaitkan dengan Kebijakan Satu Peta Nasional," ucap Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa LAPAN, Rika Andiarti di konferensi pers "Seminar Nasional Iptek Penerbangan dan Antariksa" di Gedung Graha Widya Bhakti, Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (23/7).
Rika mengatakan, saat ini LAPAN juga tengah berusaha menjalin kerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan (KemenPPN/Bappenas) untuk memanfaatkan pesawat UAV ini agar bisa mendapatkan citra yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan peta nasional.
"Untuk saat ini kendala Kebijakan Satu Peta Nasional bisa terpenuhi dengan citra resolusi satelit tinggi. Banyak alasannya, seperti dari banyaknya awan yang menghalangi citra satelit," kata Rika.
Rika menyebutkan satelit tidak bisa terus diandalkan untuk mengambil citra lahan. Kekurangan satelit tersebut akan dipenuhi oleh kemampuan pencitraan dari UAV, karena UAV ini sangat fleksibel dalam menerbangkannya tidak perlu biaya yang sebesar satelit dan juga hanya membutuhkan landasan pendek.
Di kesempatan yang sama, Peneliti Utama Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Atik Bintoro menyebutkan, pemanfaatan MSS bisa memotong biaya yang sangat tinggi dari pengandalan pencitraan satelit resolusi tinggi. Jika mengambil satu citra saja, maka dana yang diperlukan itu bisa mencapai Rp 50 juta, sementara UAV bisa jauh lebih rendah dari angka itu.
"Tetapi memang proses untuk aplikasi Kebijakan Satu Peta Nasional ini masih panjang. LAPAN sendiri, sesuai kompetensinya, kita akan memanfaatkan UAV di tempat yang memang sulit untuk dicitrakan oleh satelit," tambah Rika.

sumber : https://www.gatra.com/detail/news/431931/technology/lapan-junjung-kebijakan-satu-peta-nasional-dengan-uav