LAPAN Bahas Teknologi Penginderaan Jauh Bersama UN ESCAP
Penulis Berita: humas/rz, Fotografer: humas/It, Tanggal: 24 Jul 2019

Informasi geospasial memiliki peran yang sangat penting dalam manajemen bencana mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pengurangan dampak dan korban jiwa. Data yang ditangkap oleh satelit pengamatan bumi mampu mengevaluasi bencana dengan menyediakan cakupan area yang sangat luas serta dapat menghemat biaya. Selain itu, sosial, ekonomi dan lingkungan menjadi faktor yang sangat bergantung pada informasi geospasial ini, pembangunan perkotaan, pertanian dan infrastruktur merupakan sektor – sektor yang dapat mendukungnya.

Berkembanganya inovasi digital dan teknologi terbaru menyebabkan para pengguna layanan informasi geospasial ini semakin meningkat. Dalam tujuan pembangunan berkelanjutan 2018-2030 peran informasi geospasial sangatlah penting hal ini karena menyangkut dengan beberapa prioritas tujuan tersebut antara lain pengurangan resiko dan ketahanan, perkembangan sosial, pengelolaan sumber daya alam konektivitas, energy dan perubahan iklim.

Untuk membahas hal tersebut, bertempat di Ruang Antariksa, Kantor LAPAN Pusat, 24-25 Juli 2019. LAPAN bekerja sama dengan United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP) menyelenggarakan Inception Meeting on “Improving the Use and Sharing of Geospatial Information for Resilient and Sustainable Development in Selected Pilot Countries”. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan negara yang telah bergabung dalam UN ESCAP seperti Kamboja, Mongolia, Thailand, Kyrgyzstan, Andi Alisjahbana dari PT Dirgantara Indoneia, dan beberapa pakar internasional baik dari perguruan tinggi maupun lembaga lainnya yang terkait.
 
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan identifikasi terhadap tantangan dalam mengakses data dan informasi geospasial. Berbagai tantangan yang ada tidak bisa dihadapi secara sendirian perlu adanya upaya dari berbagai pihak, khususnya negara-negara yang telah menjadi percontohan dan pihak lainnya yang menggunakan dan menyediakan layanan informasi tersebut.

Kepala Biro KSHU, Chrisdewanto dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan pada tahun ini kota Jakarta di Indonesia akan menjadi proyek percontohan dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk mendukung data infomasi geospasial. “ Proyek ini akan diuji coba untuk memperkuat akses data dalam rangka perencanaan kota pintar, penanganan bencana dan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang relevan.” Ujar Chris.

Sementara itu, Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti, M.Sc dalam presentasinya memaparkan mengenai teknologi dan data penginderaan jauh LAPAN yang telah dipergunakan dan dimanfaatkan untuk tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. “Sebagai negara yang besar Indonesia telah menggunakan data dan teknologi penginderaan jauh untuk berbagai sektor antara lain : kehutanan, pertanian, perkebunan, pertambangan, perencnaan tata ruang, perikanan, kelautan dan bencana,” Ujar Orbita.

Lebih lanjut ia berharap dengan adanya proyek percontohan yang diusulkan ini bisa diimplementasikan secara nyata dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Ada beberapa hal yang diharapkan dengan adanya kegiatan ini yakni meningkatnya penggunaan aplikasi pengamatan bumi berbasis teknologi dan data penginderaan jauh untuk pembangunan berkelanjutan, membangun manajemen data, dan memperbaiki format data umum yang akan diintegrasikan.
 
Selaras dengan hal tersebut, Dr Keran Wang, Chief, Space Applications Section/Information and Communications Technology and Disaster Risk Reduction Division, UNESCAP mengutarakan mengenai data baik itu tanah, udara, maupun yang dihasilkan melalui teknologi keantariksaan harus diintegrasikan dalam OneMAP agar efisien dan hemat biaya. Data- data ini nantinya akan bisa dipergunakan untuk mendukung dalam pengambilan keputusan, promosi pengembangan bisnis dan meningkatkan kesejahteraan sosial dan kesetaraan.

Keran Wang juga mengutarakan tentang wilayah asia pasifik yang telah berkembang menjadi pusat inovasi dengan adanya teknologi digital, teknologi-teknologi tersebut mampu mengubah cara orang hidup, bekerja dan berhubungan satu sama lain. “Saya menyampaikan terima kasih kepada LAPAN dan seluruh mitra yang terlibat dalam proyek ini, kami percaya dalam proyek ini tidak bisa dilakukan sendiri maka kami (UN ESCAP) mengumpulkan para delegasi, organisasi internasional, para akademisi untuk membangun keberhasilan bersama.”Ujar Keran.

Dalam kegiatan ini para delegasi secara bergantian memaparkan aktivitas dan pemanfaatan informasi geospasial di negara mereka dan dilanjutkan dengan para pakar internasional. Dihari kedua pembahasan ini dilanjutkan dengan diskusi untuk menyusun rencana dan kegiatan bersama. Hari terakhir, Jumat (26/07) seluruh undangan dan delegasi diajak untuk meninjau lokasi waduk pluit yang akan dijadikan proyek percontohan di Indonesia.