Komurindo-Kombat Cikal Bakal Lahirnya Satelit dan Roket Pengorbit Satelit Indonesia
Penulis Berita: Redaksi, Fotografer: , Tanggal: 27 Aug 2019

Garut, media3.id – Perhelatan bergengsi kreativitas Mahasiswa se- Indonesia dilombakan dalam Kompetisi Muatan Roket Indonesia dan Wahana Sistem Kendali Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (KOMURINDO-KOMBAT) digelar oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Agenda rutin yang diikuti sejumlah 276 mahasiswa, mewakili 33 Perguruan Tinggi yang tersebar di penjuru tanah air, berlangsung pada tanggal 24 -25 agustus 2019 di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atsmofer (BUTPAA), Pameungpeuk Kabupaten Garut Jawa Barat.

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin dalam sambutan pembukaan acara menyatakan KOMURINDO-KOMBAT adalah wadah untuk meningkatkan geliat mahasiswa dalam melakukan rancang bangun uji fungisonal sampai dengan uji terbang terutama melalui pemahaman terhadap perilaku roket dan fungsi muatan. Hasil rancangan tersebut diharapkan dapat menjadi cikal bakal lahirnya Satelit Indonesia dan Roket Pengorbit Satelit (RPS) sebagai karya anak bangsa Indonesia secara mandiri. Sedangkan, Wahana Sistem Kendali dalam skala yang lebih canggih dapat dikembangkan menjadi cikal bakal Roket Kendali dan Sistem Kendali untuk RPS. Ia berharap dengan dikenalkannya generasi muda sejak dini maka sekaligus menyiapkan calon peneliti dan perekayasa handal dalam rancang bangun Wahana Sistem Kendali dan Muatan.

Orang nomor satu di LAPAN ini menerangkan, KOMBAT diselengarakan untuk mencari minat mahasiswa dalam mengembangkan Ilmu dan Perekayasaan Teknologi Pengamatan Atmosfer dengan Wahana Balon Sonde dan Radio Sonde. Peserta juga dapat mengembangkan instrumen pengamatan untuk penelitian atmosfer. Ia menambahkan, Hal yang menarik adalah para mahasiswa dapat memperdalam pengujian sistem pengukuran atmosfer berbasis telemetri. Peserta dilibatkan dalam melakukan pengamatan atmosfer untuk mengukur parameter tekanan udara, temperatur dan kelembaban. Observasi mengenai kondisi atmosfer ini merupakan satu instrumen penting dalam berbagai penelitian terkait cuaca dan iklim.

“LAPAN berupaya untuk terus berinovasi menumbuhkembangkan kecintaan dan minat generasi muda terhadap Teknologi Penerbangan dan Antariksa, KOMURINDO-KOMBAT diharapkan dapat memberikan inspirasi dan memotivasi kepada para mahasiswa untuk mengembangkan ilmunya di LAPAN atau tempat lainnya” ujar Pria kelahiran Purwokerto 23 Januari 1962.

Sementara itu, Ir. Christianus R. Dewanto M.Eng selaku Ketua Panitia Lomba menambahkan, ajang KOMURINDO-KOMBAT, Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang diselenggarakan tiap tahun, mulai periode tahun ini, LAPAN melaksanakan setiap 2 tahun, hal tersebut dimaksudkan untuk lebih mengoptimalkan persiapan perserta sehingga diperoleh hasil yang lebih berkualitas.

“Kompetisi terbagi menjadi 3 bagian kategori: Kategori pertama Muatan Roket dengan Tema Pemantauan Grafis Sikap Luncur Roket Uji Muatan dalam Visualisasi Odometri Tiga Dimensi (3D Odometry Graphics Visualization) dan pengambilan foto dari ketinggian; kategori kedua Wahana Sistem Kendali dengan tema Perancangan Wahana dengan Propulsi EDF (Electric Ducted Fan) dan sistem kendali untuk mencapai sasaran secara horizontal, serta kategori ketiga Muatan Balon Atmosfer dengan Tema “KOMBAT Rawinsonda for Tropopause Observation” ujar Christianus.

Generasi muda menjadi modal dasar untuk meningkatkan kapasitas SDM menuju kemandirian bangsa, sehingga dengan melaksanakan kegiatan KOMURINDO-KOMBAT diharapkan mampu memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta nasionalisme untuk menjaga martabat dan kedaulatan NKRI melalui penguasaan Teknologi Penerbangan dan Antariksa.

KOMURINDO-KOMBAT yang diselengarakan oleh LAPAN bekerjasama dengan Kemenristek, DIKTI, Pemda Kabupaten Garut, merupakan rangkaian agenda akbar dalam rangka Hari Keantariksaan yang jatuh pada tanggal 6 Agustus 2019, Hari Ulang Tahun LAPAN yang ke-56 dan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang ke-24.

(Red)




Sumber : https://media3.id/2019/08/komurindo-kombat-cikal-bakal-lahirnya-satelit-dan-roket-pengorbit-satelit-indonesia.html