LAPAN dan ORARI Kenalkan Teknologi Satelit dan Bimtek Komunikasi dalam Acara Ritech Expo, Hakteknas 2019
Penulis Berita: humas/end, Fotografer: humas/end, Tanggal: 28 Aug 2019

LAPAN bersama ORARI kembali menggelar “Bimtek Komunikasi Melalui Satelit LAPAN- A2/ LAPAN-ORARI (IO-86) dengan Radio Genggam” dalam acara Ritech Expo, HAKTEKNAS 2019 yang diselenggarakan di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali (28/08).

Acara ini diikuti sebanyak 300 Mahasiswa yang berasal dari dari berbagai jurusan seperti informatika, elektro, pertanian, peternakan, dan sosial budaya.

Bimtek ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi satelit terhadap masyarakat dan pemanfaatannya dalam situasi kebencanaan dengan menggunakan sistem komunikasi nirkabel yang dapat digunakan secara praktis, mudah, ekonomis.

Acara dimulai dengan pengenalan sejarah teknologi satelit yang disampaikan oleh Kepala Bidang Diseminasi Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat), Wahyudi Hasbi dalam pemaparannya beliau menyampaikan bagaimana awal mula satelit dibuat dan diluncurkan dan dilanjutkan dengan perkembangan satelit saat ini khususnya hasil pengembangan dan penelitian yang dilakukan oleh Pusteksat.

“LAPAN melalui Pusteksat telah berhasil membuat 3 satelit yakni satelit LAPAN-A1/LAPAN-Tubsat diluncurkan Tahun 2007, Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI diluncurkan Tahun 2015 dan Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB diluncurkan Tahun 2016. Satelit-satelit ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat antara lain untuk pemantauan kapal laut di Indonesia, pengamatan vegetasi, dan komunikasi dalam kebencanaan maupun dalam penelitian. Dalam pengoperasian satelit, Pusteksat telah membuat aplikasi SateliitKu dimana aplikasi tersebut bisa menentukan posisi satelit LAPAN di mana,” ujar Wahyudi Hasbi. 

Sementara itu, perwakilan ORARI (Organisasi Amatir Radio Republik Indonesia), Drs Why W Purwinto dan Gusti NB Samara Bawa (Ketua ORARI Karang Asem-Bali ) menyampaikan beberapa hal seperti manfaat VR (Voice Repeater) sebagai salah satu muatan satelit yang digunakan untuk berkomunikasi dalam kondisi kebencanaan, pengoperasian gerak antenna, dan penggunaan software dalam mendukung komunikasi dengan satelit.

“Antena yang digunakan dalam berkomunikasi ada beberapa, salah satunya adalah antena type Moxson dan type Yagi. Antenna ini memiliki dua fungsi sekaligus, sebagai pengirim (TX) dan penerima (RX) dalam frekuensi yang di tentukan oleh ITU (Internasional Telekomunication Union),” ucap Ida Bagus Cakra Werdi.

Selanjutnya, Drs Why W Purwinto menjelaskan mengenai aplikasi AmsatDroid yang bisa diunduh di google play store dan digunakan untuk memprediksi arah datang serta lintasan satelit sehingga dalam berkomunikasi bisa dilakukan dengan lancar.

Antusias mahasiswa dalam mengikuti kegiatan ini begitu terlihat ketika mereka dibagi dalam beberapa kelompok untuk melakukan praktik langsung berkomunikasi dengan satelit LAPAN A2/ORARI. Mereka didampingi oleh rekan-rekan dari ORARI, Ida Bagus Cakra Werdi, I Nyoman Sulatra I Made Sudarsana, Ida Bagus Cakra Werdi, dan Why W Purwinto.