Tahun Ini, Hotspot Meningkat Dibandingkan 3 Tahun Terakhir
Penulis Berita: Editor : Tasmalinda, Fotografer: , Tanggal: 09 Sep 2019

Palembang, Gatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat peningkatan titik api (hotspot) yang sangat tajam dibandingkan dengan tiga tahun terakhir, terutama pada bulan Agustus dan awal September ini.

Berdasarkan data satelit Lapan, pada delapan hari di bulan September jumlah titik api sudah sebanyak 912 hotspot. Jumlah titik api ini paling banyak terjadi di kabupaten OKI yakni 326 hotspot, kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 164 hotspot dan kabupaten Banyuasin sebanyak 122 hotspot. Barulah disusul kabupaten Muratara sebanyak 84 hotspot dan Ogan Ilir sebanyak 64 hotspot. “Pemantauan berdasarkan satelit Lapan, sudah demikian,” ujar Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori, Senin (9/9).

Dari jumlah di bulan ini yang mencapai 912 hotspot sudah mendekati total hotspot di bulan sebelumnya, yakni Agustus yang mencapai 1.308 hotspot. Jumlah akumulasi hotspot ini jauh meningkat dibandingkan data yang sama pada tiga tahun sebelumnya.


Pada bulan September di tahun 2018, jumlah titik api sebanyak 673 hotspot, sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 418 hotspot. Sedangkan pada bulan Agustus juga mengalami hal demikian. Pada Agustus tahun lalu, titik api hanya 264 titik api, dan pada tahun 2017 sebanyak 232 titik api dan pada tahun 2016 sebanyak 317 titik api.

Kondisi ini juga berimbas pada total hotspot di Sumsel. Pada saat ini, jumlah hotspot di Sumsel sudah mencapai 2.787 titik api, yang mulai mengalami peningkatan pada Mei lalu sebanyak 138 titik api. Sedangkan pada Juni hanya 95 titik api, dan pada Juli sebanyak 256 titik api dan di Agustus sebanyak 1.308 titik api. Sedangkan berdasarkan jumlah titik api (hotspot) pada tahun 2018 sebanyak 2.081 titik api, pada tahun 2017, sebanyak 1.214 titik api dan pada 2016 hanya sebanyak 965 titik api.

“BPBD dan unsur lainnya sudah melakukan upaya penanggulangan dan pencegahan. Untuk penanggulangan, dilakukan watter boombing dan bekerjasama dengan BPPT juga sudah melakukan hujan buatan. Pehari, data watter boombing juga sudah dipublish,” ujarnya.

Pada hari Senin 9 September ini, enam heli dikerahkan guna watter boombing diantaranya Heli RA 2274 untuk kabupaten Ogan Ilir, Kamov UR CIO untuk kabupaten Ogan Ilir, RA 22583 dan RDPL 34230 untuk Tulung Selapan, OKI dan RDPL 34140 dan RDPL 3450 untuk Pangkalan Lampan. Sedangkan untuk patroli dikerahkan pesawat Cessna Caravan dan Geli AS350B3 PK-DAM dan satu heli M18 UP815 dalam perawatan.










Sumber : https://www.gatra.com/detail/news/443201/gaya-hidup/tahun-ini-hotspot-meningkat-dibandingkan-3-tahun-terakhir