Standarisasi Fasilitas Litbangyasa Untuk Kemandirian Penguasaan Teknologi Satelit
Penulis Berita: humas, Fotografer: humas, Tanggal: 02 Oct 2019

Fasilitas litbangyasa merupakan faktor utama dalam mendukung dan mencapai kemandirian bangsa dalam menguasai teknologi satelit. Fasilitas ini perlu didukung dan dikelola sesuai dengan standar internasional sehingga akan mampu bersaing dengan negara lain dalam pembuatan satelit di Indonesia.

Saat ini Pusat Teknologi Satelit sedang berupaya untuk melakukan standar untuk beberapa fasilitasnya seperti laboratorium uji vibrasi, uji thermal dan electromagnetic compatibility (EMC). Untuk fasilitas electromagnetic compatibility (EMC) sedang dibangun dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2020.

Beberapa waktu lalu, Kepala LAPAN Prof Thomas menyampaikan Pusteksat sebagai Pusat Unggulan Iptek memerlukan tata kelola fasilitas litbangyasa yang terstandarisasi sehingga nantinya dapat dimanfaatkan dan diproduksi oleh Industri. “Tata kelola ini menjadi faktor utama dalam mendukung dan mewujudkan pelaksanaan rencana strategis 2020-204 yakni sebagai penggerak sektor pembanguanan berbasis Iptek penerbangan dan antariksa”, Ujar Thomas.

Kepala Bidang Program dan Fasilitas Pusteksat, Abdul Karim menjelaskan bahwa “Standarisasi fasilitas litbangyasa khususnya untuk teknologi satelit harus dilakukan sehingga nantinya tidak ada lagi self oriented dalam pengelolaanya”. Lebih lanjut Karim menjelaskan saat ini Pusteksat akan fokus untuk melakukan standarisasi untuk manual mutu, proses bisnis, risk assessment, manual prosedur, instruksi kerja, sistem informasi laboratorium satelit dan akreditasi.

Hal ini disampaikan Abdul Karim ketika sosialisasi proyek perubahan mengenai mengenai pengelolaan fasilitas litbangyasa melalui standardisasi teknologi satelit dalam upaya kemandirian penguasaan teknlogi satelit di Aurora Auditorium Pusteksat, Selasa (02/10). Sementara itu, Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr Rika Andiarti dalam arahannya menyampaikan berbagai program Pusteksat harus mengarah pada hilirisasi agar semakin siap melayani industri satelit di Indonesia. “Pusteksat juga memiliki tugas penting untuk membina industri kecil di Indonesia untuk memasuki industri satelit dengan menyediakan fasilitas litbangyasa yang terstandard”, Jelas Rika.

Sedangkan Kepala Pusat Teknologi Satelit, Mujtahid berencana untuk melakukan komersialisasi laboratorium sebagai bentuk pelayanan publik. Fasilitas yang terstandarisasi ini nantinya diharapkan juga bisa dipromosikan ke pihak luar sehingga bisa menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Standarisasi fasilitas litbangyasa teknologi satelilt ini sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia untuk membangun ekosistem fasilitas berstandard Internasional dan menggapai kemandirian bangsa dalam bidang teknologi satelit.