Lapan Tingkatkan Peran Penyedia Data Inderaja untuk Tata Ruang dan Kemaritiman
Penulis Berita: Humas/EN, Fotografer: Humas/EN, Tanggal: 26 Nov 2014

Lapan menyelenggarakan sosialisasi dan lokakarya peningkatan peran Lapan dalam penyediaan data dan informasi penginderaan jauh untuk mendukung perencanaan tata ruang dan kemaritiman. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Training Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh Lapan di Pekayon, Jakarta Timur, Selasa (25/11).

Saat membuka acara, Deputi Bidang Penginderaan Jauh Lapan, Dr. Orbita Roswintiarti, mengatakan bahwa sesuai dengan Undang-undang No 21 tahun 2013 tentang Keantariksaan dan Inpres No. 6tahun 2012 tentang Penyediaan Data Penginderaan Jauh, Lapan menjadi sumber penyedia data bagi seluruh instansi pemerintah, TNI dan Polri.

Ia melanjutkan, data penginderaan jauh sangat bermanfaat untuk menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang, kabupaten dan kota. Penggunaan data penginderaan jauh sangat penting dalam penyusunan tata ruang tersebut. Kebutuhan data penginderaan jauh sangat bervariasi terutama tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (TDTR), darat, laut, pertanian, dan pesisir.

Sesuai dengan visi pemerintah tentang kemaritiman, data-data penginderaan jauh sangat berperan dalam memberikan informasi yang berkaitan dengan sumber daya kelautan, perencanaan pembangunan infrastruktur pelabuhan dan tata ruang pesisir laut. Orbita menjelaskan, dengan kondisi geografis Indonesia dan wilayah Indonesia yang luas, maka data penginderaan jauh merupakan berperan penting karena dapat melingkupi semua wilayah Indonesia.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kementerian/ lembaga dan pemerintah daerah dalam penyusunan RTRW/ RDTR/RTR serta menyampaikan data-data penginderaan jauh yang dimiliki Lapan baik beresolusi rendah, menengah, dan tinggi.

Dalam sosialisasi ini dipaparkan mengenai ketersediaan data penginderaan jauh di Lapan dan potensi pemanfaatannya. Selain itu, dibahas pula mengenai pemanfaatan data penginderaan jauh untuk mendukung pemetaan RTR, Pesisir, dan Pulau-pulau kecil. Pembahasan juga mencakup pemanfaatan data penginderaan jauh untuk mendukung penususunan RTRW dan RDTR serta pemanfaatan data penginderaan jauh resolusi tinggi untuk mendukung penyusunan peta dasar skala 1.5000.

Dalam kegiatan ini, para peserta juga belajar menggunakan katalog data dan cara mengakses data penginderaan jauh Lapan. Mereka juga mempelajari cara mengolah dan menganalisis data penginderaan jauh. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 13 kementerian dan lembaga, 27 pemerintah daerah, TNI AL, serta peneliti Lapan.