LAPAN Paparkan Rencana Induk Keantariksaan Nasional untuk Wujudkan Visi Kemaritiman Indone
Penulis Berita: Hakim, Fotografer: , Tanggal: 28 Nov 2014

Rumpin-Mediasi Online. Pengembangan kemaritiman telah menjadi program prioritas Presiden RI. Untuk itu, Lapan siap memberikan dukungan program tersebut melalui ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Berbagai hasil penelitian dan pengembangan Lapan dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan kemajuan kemaritiman bangsa.

Di bidang penerbangan, Lapan saat ini sedang mengembangkan pesawat N219. Pesawat berpenumpang 19 orang ini akan dapat memenuhi kebutuhan transportasi di pulau-pulau kecil nusantara. Hal ini disebabkan, N219 memiliki kemampuan untuk lepas landas dan mendarat di landasan pendek. Selain itu, Lapan juga mengembangkan pesawat tanpa awak yang dapat dimanfaatkan untuk pengawasan laut.

Di bidang teknologi satelit, saat ini, Lapan memiliki satelit Lapan-A2 yang memiliki muatan Automatic Identification System (AIS) yang mampu mengidentifikasi ribuan kapal di perairan Indonesia. Lapan juga menerima data satelit penginderaan jauh. Data tersebut dipergunakan untuk menentukan Zona Potensi Pemanfaatan Ikan (ZPPI) untuk mempermudah nelayan mencari ikan di laut, pemantauan laut dan wilayah pesisir, serta pengawasan pulau-pulau terluar. Selain itu, Lapan juga memiliki Satellite Early Warning System (SADEWA) untuk kebutuhan informasi cuaca ekstrem yang dapat bermanfaat bagi aktivitas di laut.

Lapan juga memiliki berbagai program lainnya yang dapat mendukung visi kemaritiman nasional. Program-program tersebut dipaparkan dalam kegiatan Public Open House dan Pemaparan Program Lapan menuju Center of Excellence yang mendukung kemajuan dan kemandirian bangsa. Acara berlangsung pada Kamis (27/11/2014 di Pusat Teknologi Penerbangan Lapan, Jl. Raya Lapan Sukamulya, Rumpin, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun Lapan ke-51 sekaligus untuk memperkenalkan kepada publik rencana induk keantariksaan nasional. Pemaparan Program Lapan menuju Center of Excellence tersebut dihadiri oleh Kementerian terkait program kemaritiman nasional yaitu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Negara/ Kepala Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sementara itu, public Open House terbuka untuk pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang diselenggarakan pada pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. Dalam Open House ini, pengunjung dapat menyaksikan pameran hasil penelitian dan pengembangan Lapan dan mengikuti pagelaran edukasi keantariksaan. Pelajar mahasiswa dan siswa SLTA dapat mengikuti tur edukasi ke laboratorium uji pesawat terbang dan stasiun bumi Lapan. Siswa SD dan SMP dapat mengikuti workshop roket air serta uji coba sederhana mengenai sains antariksa.

Sementara itu, Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, mengatakan, lembaganya akan membantu pemerintah dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemantauan kemaritiman dengan beberapa teknologi yang telah ada dan maupun yang sedang dikembangkan.

Dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh, ia mengatakan LAPAN dapat membantu memantau wilayah pantai untuk pengembangan potensi sumber daya laut, termasuk di dalamnya informasi zona penangkapan ikan sehingga membantu nelayan lebih efektif menangkap ikan.

Untuk mengidentifikasi kapal-kapal yang terkait pencurian ikan di perairan Indonesia, satelit LAPAN-A2 dan pesawat nirawak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) yang dikembangkan LAPAN dapat dimanfaatkan, kata Djamaluddin.

"Saat ini kita masih menggunakan teknologi asing untuk satelit. Kita harus mandiri nanti, bisa nanti dimulai dengan (mengembangkan satelit) penginderaan jauh sumber daya alam," kata Thomas.


Sumber :
http://mediasionline.com/readnews.php?id=6778&t=LAPAN Paparkan Rencana Induk Keantariksaan Nasional untuk Wujudkan Visi Kemaritiman Indone